Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Selasa sore ditutup menguat menjelang libur panjang akhir pekan ini.

Rupiah pada Selasa sore ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.625 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.650 per dolar AS.

"Dari eksternal, penguatan rupiah seiring adanya kekhawatiran atas potensi dampak ekonomi dari kasus COVID-19 yang terus meningkat," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis mencatat rekor jumlah kasus COVID-19 harian, dengan langkah-langkah pembatasan diberlakukan kembali di beberapa negara Eropa. Kekhawatiran atas potensi dampak ekonomi dari langkah-langkah tersebut mengurangi sentimen dan mendorong investor berpindah ke emas.

Sementara itu, di AS, pembicaraan mengenai langkah-langkah stimulus terbaru tampaknya telah terhenti, dengan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada hari Senin (26/10/2020) mengatakan pembicaraan telah melambat.

Namun, Ketua DPR AS Nancy Pelosi tetap optimistis bahwa konsensus dengan Senat Partai Republik dapat dicapai mengenai langkah-langkah sebelum pemilihan presiden yang tinggal seminggu lagi.

"Dari domestik, pasar masih optimis pandemi COVID-19 akan terselesaikan, apalagi vaksin untuk pencegahan sebentar lagi didistribusikan," kata Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.669 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.625 per dolar AS hingga Rp14.669 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.690 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.697 per dolar AS.

Pewarta: Citro Atmoko

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020