Pemerintah Kota Depok Jawa Barat mengingatkan kepada warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana alam sehinggs merusak harta benda dan hilangnya nyawa seseorang.

"Karena itu kami minta kepada warga Depok agar selalu waspada akan terjadinya musibah banjir, tanah longsor dan pohon tumbang," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk di Depok, Selasa.

Baca juga: Pemkot Depok buka posko penanganan bencana
Baca juga: Pemkot Depok siapkan anggaran Rp20 miliar untuk tanggap bencana

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan saat ini Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke hujan. Untuk itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok meminta warga agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Berdasarkan informasi BMKG, periode musim pancaroba terjadi pada bulan September hingga Oktober 2020. Cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai di antaranya, hujan lebat, angin kencang, angin puting beliung, bahkan hujan es.

Baca juga: Pemkot Depok perpanjang masa tanggap bencana mulai 1 Juli

Dia menuturkan, salah satu cuaca ekstrem yang sudah terjadi di bulan ini adalah hujan deras yang mengakibatkan ada wilayah yang tergenang. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena banjir cepat surut. Hanya ada sejumlah pohon tumbang, dan sudah berhasil diatasi.

Pihaknya tetap mengantisipasi wilayah-wilayah yang berpotensi rawan banjir pada bulan ini. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan penanganan ketika terjadi bencana alam.

"Terutama yang berada di sekitar Kali Ciliwung dan dataran rendah," ujarnya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020