Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bogor tren jumlah kasus pada setiap periode PSBB di Kota Bogor terlihat pada massa PSBB III terjadi penurunan, hal tersebut setelah diberlakukan PSBB pada minggu ke-2 bulan April 2020.
Berdasarkan data jumlah kasus per periode PSBB, pada masa PSBB IV/transisi dan PSBB Pra AKB terlihat jumlah kasus baru mengalami kenaikan secara siknifikan.
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bogor dapat dilihat bahwa Rumah Tangga merupakan lokasi penularan tertingidengan jumlah kasus sebanyak 355 (40,99%), disusul lokasi non cluster dan dari luar KOta Bogor.
Hingga 15 September 2020, terdapat ketersediaan 15 rumah sakit penanganan COVID-19. Rumah sakit Kota Bogor telah menyiapkan 342 tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19.
Dari jumlah keseluruhan yang tersedia sudah terisi sebanyak 191 terdiri dari tempat tidur isolasi kategori hijau: 55 (52,9%), tempat tidur isolasi kategori kuning: 127 (63,2%), tempat tidur isolasi ketegori merah: 2 (100%), tempat tidur isolasi UGD: 1 (4,2%), tempat tidur isolasi ICU: 6 (54,5%).
Berdasarkan data yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota bogor terkait asal pasien dapat dilihat jumlah pasien asal Kota Bogor sebanyak 101 orang (52,9%), pasien Kabupaten Bogor berjumlah 53 orang (27,7%), pasien asal luar kota lain berjumlah 37 0rang (19,4%), dengan total keseluruhan sebanyak 191 orang (55,8%). Data kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien COVID-19 di Kota Bogor. (ANTARA/Humas Dinkes Kota Bogor).
Tingkat Kesembuhan dan Mortality Rate
Tingkat kesembuhan warga Kota Bogor yang terinfeksi COVID-19 mencapai 64,9%, sedang tingkat kematian warga yang terinfeksi yakni 4,2%.
Sementara itu, 30,9% lainnya masih sakit atau sedang dalam perawatan.