Pemkab-Perbaiki-SD-Rusak-Secara-BertahapPurwakarta, 25/9 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jabar, terus berupaya mengatasi permasalahan kerusakan gedung Sekolah Dasar (SD) dengan melakukan perbaikan secara bertahap.
"Secara bertahap perbaikan gedung SD yang rusak itu terus dilakukan, dengan dukungan dana APBD kabupaten," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Purwakarta, Dedi Efendi, Ahad.
Dia mengatakan, saat ini sekitar 20 persen dari 545 unit gedung SD di Purwakarta, dalam kondisi rusak, dan sebagian besar rusak cukup parah.
Kerusakan umumnya lebih disebabkan usia bangunan, namun sejauh itu tidak menimbulkan hambatan terhadap proses belajar-mengajar.
"Tidak ada murid SD yang terpaksa belajar di bawah tenda, ataupun nebeng di rumah penduduk karena sekolah mereka rusak. Kegiatan belajar-mengajar tertangani," tutur Dedi.
Ia menyebutkan tahun ini Pemkab Purwakarta juga "melebur" delapan SD yang berada di satu kompleks, untuk kemudian digabung menjadi empat SD.
Kedelapan SD tersebut yakni SD Negeri Singawinata I hingga VIII yang ada di sekitar Kota Purwakarta.
Kedelapan gedung SD di wilayah Kelurahan Nagrikidul itu dalam kondisi rusak parah, dan terancam ambruk, karena dimakan usia.
"Perbaikan sekolah yang juga dimarger itu menelan biaya lebih dari Rp5 miliar dari dana APBD Kabupaten Purwakarta," ucap Dedi.
Ia mengatakan, murid-murid SD Singawinata untuk sementara "nebeng" belajar di sekolah-sekolah sekitar kota Purwakarta.
Pemkab Purwakarta, tahun 2011 juga mendapat bantuan dana untuk pembangunan 70 unit perpustakaan SD.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.