Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seiring prediksi mulai memasuki awal musim kemarau pada April-Juni 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau mulai tiba dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
"Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk bencana hidrometeorologi," katanya di Cikarang, Rabu.
Baca juga: Puting beliung rusak 27 rumah di Bekasi
Ia menjelaskan, Kabupaten Bekasi saat ini masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026.
Status tersebut mencakup siaga darurat terhadap potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi hingga tanah longsor.
Menurut dia, kondisi peralihan musim seperti saat ini berpotensi memicu berbagai bencana sehingga kesiapsiagaan segenap masyarakat serta pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian serta segera memperbaiki kebocoran.
"Warga juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah risiko kebakaran," katanya.
Baca juga: Kampung Tambun Sungai Angke Bekasi masih terjebak banjir setinggi 80 cm hingga1,5 meter
Di sektor pertanian, masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air.
Selain itu, warga turut diimbau untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan vegetasi serta aktif dalam kegiatan pelestarian alam.
Pada sektor kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyakit akibat debu sekaligus memastikan ketersediaan air bersih. Masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
"Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim," jelasnya.
Baca juga: Pemkab Bekasi minta otoritas terkait perpanjang durasi modifikasi cuaca
Imbauan ini sekaligus tindak lanjut dari arahan BPBD Provinsi Jawa Barat yang meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap masyarakat semakin siap menghadapi dinamika cuaca serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, baik pada masa peralihan maupun saat puncak musim kemarau.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026