Washington (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) tidak siap menghadapi skala ancaman drone Iran di kawasan Timur Tengah setelah, bersama Israel, menyerang Republik Islam tersebut, ungkap CNN, Selasa, mengutip sejumlah sumber.

Seorang pejabat AS menyebut hambatan utama berasal dari Kongres, yang tidak mendukung percepatan pembelian sistem penangkal pesawat nirawak dan inovasi terkait secara cukup cepat.

“Iran dan negara lain akan mencermati apa yang terjadi dan akan mengembangkan taktik baru serta adaptasi baru dari drone … dinamika langkah, langkah balasan, dan balasan terhadap balasan ini akan terlihat pada penggunaan drone, seperti yang pernah kita lihat pada perangkat peledak improvisasi,” sebut laporan CNN mengutip penasihat senior di Center for Strategic and International Studies, Mark Cancian.

Namun, menurut laporan itu, sejumlah sumber lain menyebut AS sebenarnya cukup siap dalam menghadapi drone, dengan merujuk pada kerja sama yang telah berlangsung dengan mitra di Ukraina dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, AS juga terus memantau konflik di Ukraina.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran. Agresi militer itu menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran, namun keinginan itu berubah. AS ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serbuan bersama AS-Israel itu. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei itu sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

 

Baca juga: Membaca strategi intelijen Iran vs AS dan Israel

Baca juga: Arab Saudi, Bahrain, dan UEA berhasil cegat drone dan rudal Iran

 



Pewarta: Primayanti
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026