Jakarta (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal dengan D-HUB Special Economic Zone (D-HUB SEZ) akan berfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan di tahun ini.
"Untuk di tahun ini sektor yang masih kita coba fokuskan sektor kesehatan, mengingat sektor kesehatan secara benefit memang paling maksimal diberikan oleh pemerintah. Jadi tahun ini kita berharap untuk semua tenan di gedung Biomedical Campus sudah bisa open, sudah bisa beroperasi. Di samping kita memang masih berdiskusi dengan beberapa mitra untuk rumah sakit internasional," ujar Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty di Jakarta, Rabu (25/2) malam.
Selain sektor kesehatan, lanjut Lindawaty, fokus lainnya pada tahun 2026 adalah pendidikan mengingat KEK ETKI Banten sendiri merupakan salah satu lokasi yang cocok untuk sektor pendidikan.
"Karena kita memang juga sedang menindaklanjuti arahan dari Pak Presiden Prabowo terkait kunjungan ke Inggris bulan Januari lalu, di mana memang diharapkan pemerintah itu bisa membawa 10 universitas asing ke Indonesia. Salah satu lokasi yang paling cocok ya memang di KEK, karena dengan KEK sendiri kemudahan-kemudahannya (benefit) tentunya mendukung target tersebut," katanya.
KEK ETKI Banten diresmikan 7 Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2024 sebagai satu-satunya KEK di wilayah Jabodetabek. Sementara sektor kesehatan menjadi fokus utamanya,KEK ETKI Banten juga mengembangkan tiga sektor bernilai tinggi lainnya pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif, menjadikan BSD City sebagai pusat strategis untuk peluang nasional dan global.
"Secara investasi kita sudah mengumpulkan investasi Rp1,19 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 830 orang pada tahun 2025 dengan target jangka panjang KEK itu di Rp18,8 triliun sampai dengan 20 tahun ke depan," kata Lindawaty.
Sebagai informasi, Indonesia dengan 280 juta jiwa dan 70 persen usia produktif, berpotensi mendorong industri bernilai tinggi, pertumbuhan berkelanjutan, dan daya saing global.
Salah satu potensi signifikan adalah sektor kesehatan di mana lebih dari dua juta warga Indonesia menghabiskan sekitar 11,5 miliar dolar AS per tahun untuk berobat ke luar negeri, dengan lebih dari 75 berasal dari kelas menengah ke atas. Arus keluar devisa ini menandai kesenjangan dan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia lebih dekat dengan masyarakat.
Pemerintah mengoptimalkan peluang ini melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak ekonomi, salah satunya adalah KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di BSD City.
Sementara sektor kesehatan menjadi fokus utamanya, KEK ETKI Banten juga mengembangkan tiga sektor bernilai tinggi lainnya pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif, menjadikan BSD City pusat strategis untuk peluang nasional dan global.
BSD City menyediakan 60 hektare khusus untuk KEK ETKI Banten. Berlokasi 30 menit dari Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, kawasan ini diproyeksikan menciptakan 13.000 lapangan kerja baru bagi lebih dari 32 juta masyarakat Jabodetabek, sekaligus berdampak nasional.
Selain infrastruktur modern, kawasan ini memberikan berbagai kemudahan fasilitas investasi bagi investor global, meliputi insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, pajak barang mewah, bea masuk, dan cukai, serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja, hingga tata ruang yang mendukung.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J CUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026