Istanbul (ANTARA) - Hujan lebat dan angin kencang pada Senin mengganggu layanan penerbangan serta menyebabkan puluhan ribu properti kehilangan aliran listrik di Pulau Utara Selandia Baru.
Lebih dari 30.000 properti mengalami pemadaman listrik setelah angin kencang menumbangkan pohon dan jaringan listrik di sebagian besar wilayah selatan Pulau Utara, menurut laporan Radio New Zealand (RNZ).
Penyedia listrik Powerco melaporkan sekitar 23.000 gangguan di seluruh jaringannya, termasuk sekitar 10.000 di wilayah Wellington saja.
Gambar-gambar yang beredar secara daring menunjukkan lingkungan semi-pedesaan yang terendam banjir, rumah-rumah tergenang air, serta ruas jalan yang tergerus setelah air surut.
Wilayah Manawatu-Whanganui menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dan kini berada dalam keadaan darurat.
Evakuasi juga sedang berlangsung di Lincoln Road, Masterton, akibat bahaya pohon tumbang.
Asisten komandandi wilayah Wairarapa, Ian Wright, menggambarkan malam yang sibuk dengan banyak panggilan darurat terkait cuaca yang masih terus berlangsung. Ia juga memperingatkan bahwa pohon tumbang tetap menjadi ancaman terbesar.
Wright menambahkan pohon-pohon berakar dangkal di Lincoln Road sangat, sangat tidak stabil, sehingga kedua jalan telah ditutup dan warga telah dievakuasi.
Sementara itu, Air New Zealand membatalkan penerbangan dari dan menuju sejumlah pusat kota besar, termasuk ibu kota Wellington, akibat angin kencang.
“Keselamatan adalah yang utama dan kami terus memantau kondisi dengan saksama. Angin diperkirakan mereda pagi ini dan kami berharap untuk melanjutkan layanan,” kata kepala operasional Alex Marren.
Baca juga: FISIP UI perkuat jejaring akademik dengan Selandia Baru
Baca juga: Strategi Selandia Baru dalam mengembangkan pariwisata
Lima distrik yakni, Manawatu, Rangitikei, Tararua, Waipa, dan Otorohanga, ditetapkan dalam status darurat.
Hembusan angin mencapai 240 kilometer per jam di pantai timur bagian selatan Pulau Utara, termasuk di Cape Turnagain. Sementara, wilayah dataran tinggi Wellington mencatat hembusan hingga 190 km/jam dan sekitar 130 km/jam di pusat kota.
Angin kencang dan hujan lebat diperkirakan masih akan terus berlanjut di wilayah selatan Pulau Utara sebelum secara bertahap bergeser ke selatan pada Senin sore.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026