Jakarta (ANTARA) - Tren di kalangan Gen Z yang kerap merekam momen menarik dengan gaya retro menggunakan kamera saku (pocket camera), Kodak Pixpro kembali hadir di Indonesia yang diusung PT Wijaya International.
Selaku distributor resmi, perusahaan ini secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk seri kamera Kodak Pixpro di pasar tanah air yang disampaikan dalam acara bertajuk "Kodak Pixpro Product Launch Indonesia" yang berlangsung pada Kamis (22/1) di Dreamville Beach Club, kawasan PIK2.
Menurut Direktur PT. Wijaya International, Herry Wijaya kemitraan strategis ini adalah jawaban atas kebutuhan pasar Indonesia yang terus berkembang, khususnya di segmen fotografi gaya hidup.
"Kami berkomitmen untuk memastikan produk-produk inovatif Kodak Pixpro dapat diakses dengan mudah dan aman oleh masyarakat di seluruh nusantara," ucap dia.
Menurut Herry kamera saku hadir untuk melengkapi kekurangan pada ponsel pintar tingkat dasar (entry level) yang kameranya kurang memadai.
"Dengan harga terjangkau, pengguna sudah dapat merekam gambar dengan hasil yang memuaskan," tutur Herry.
Kodak Pixpro menghadirkan empat seri kamera yaitu Kodak Pixpro C1, Kodak Pixpro FZ45, Kodak Pixpro FZ55,
dan Kodak Pixpro WPZ2.
Masing-masing seri kamera tersebut memiliki segmen penggemar tersendiri, baik itu untuk fotografer kasual, dokumentasi gaya hidup sehari-hari, hingga pegiat traveling atau aktivitas outdoor.
Hal ini sejalan dengan tren pasar kamera di Indonesia yang tengah positif, didorong oleh tingginya minat generasi muda terhadap estetika visual bergaya retro yang menjadi ciri khas Kodak Pixpro.
Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar kunci di kawasan Asia, yang tercermin dari dukungan penuh kantor pusat global terhadap peluncuran hari ini.
Head Of Marketing PT. Wijaya International, Ikhsan menjelaskan Indonesia memiliki komunitas visual yang sangat kuat dan bersemangat.
Dia menjelaskan strategi yang dijalankan untuk memasarkan kamera saku Kodak Pixpro dengan memberikan edukasi di lokasi-lokasi yang kerap dikunjungi anak-anak muda.
"Kalau di dunia penjualan Kodak Pixpro bisa 140 persen per tahun, maka untuk Indonesia setidaknya bisa 62 persen per bulan. Mengingat produk ini sudah hadir di bulan Juni 2025," ucap dia.
Ikhsan juga mengungkapkan pelanggan dari kamera saku ini kebanyakan dari korporasi termasuk pemerintah. Sebagai contoh di perusahaan asuransi mobil yang dipergunakan untuk pengurusan klaim masih mempercayakan kepada penggunaan kamera saku.
Di dalam acara ini juga menjadi wadah pertemuan para pemilik toko kamera (dealers & owners) yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026