Cirebon (ANTARA) - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memastikan hasil panen raya program ketahanan pangan yang dilaksanakan jajarannya di seluruh Indonesia, termasuk di Cirebon, Jawa Barat, dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan membantu masyarakat terdampak bencana.
Ia mengatakan panen raya tersebut dilaksanakan secara serentak oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai daerah, sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Kemenimipas.
“Kali ini saya bersama jajaran pemasyarakatan, Bapak Dirjen Pemasyarakatan, serta rekan-rekan UPT melaksanakan panen ketahanan pangan secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Agus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kamis.
Ia menjelaskan kegiatan ketahanan pangan tersebut meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan yang dikelola di lingkungan lapas. Menurut dia, hasil panen yang diperoleh telah disepakati untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya korban yang terdampak musibah bencana. “Saya sudah konfirmasi kepada seluruh peserta panen, baik tanaman maupun perkebunan, dan semuanya sepakat hasilnya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial,” ujarnya.
Selain itu, Agus mendorong pula agar hasil panen tersebut dapat disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh lembaga terkait. “Kita sisipkan program MBG di lokasi-lokasi yang memang melaksanakan program tersebut, termasuk untuk anak-anak sekolah dan warga sekitar,” katanya. Terkait jumlah hasil panen secara nasional, pihaknya masih menghitung secara lebih rinci, namun seluruh hasil panen maupun penjualannya akan dialokasikan untuk kegiatan sosial.
Ia pun mengimbau seluruh UPT Pemasyarakatan dan jajaran Imigrasi, untuk membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Kebutuhan masing-masing daerah, kata dia, dapat disesuaikan melalui koordinasi dengan masyarakat sehingga pengelolaan ketahanan pangan di lapas lebih tepat sasaran. “Nanti kita hitung dampak ekonominya terhadap pergerakan ekonomi daerah jika seluruh lapas sudah berjalan optimal,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkumham Jabar: Tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dipindahkan ke Bandung
Menurut dia, dampak utama dari program ketahanan pangan tersebut tetap diprioritaskan untuk pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). “Tugas kami adalah mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat agar memiliki keterampilan dan kemandirian,” ucap dia.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, di Lapas Kelas I Cirebon, panen ketahanan pangan meliputi padi dan ikan nila dengan total padi sebanyak 7.000 kilogram dari lahan seluas 13.740 meter persegi.
Jenis padi yang dipanen di Lapas Cirebon, merupakan varietas Inpari 32, sementara ikan nila yang dipanen mencapai satu ton dari kolam seluas 637 meter persegi. Secara nasional, Panen Raya Serentak Kemenimipas diperkirakan menghasilkan 123.557 kilogram dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Baca juga: Lapas Cirebon gagalkan penyelundupan sabu-sabu dan 150 pil penenang oleh pengunjung
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026