Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat meningkatkan kolaborasi dengan lembaga keagamaan dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan di daerah tersebut.

"Kolaborasi adalah kunci dalam pelaksanaan program-program Pemkab Karawang, terutama pada isu perlindungan perempuan yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat Seminar Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Karawang, Senin.

Dengan mengusung tema “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman”, seminar tersebut menghadirkan berbagai tokoh agama di Karawang.

Ia menyebutkan, kehadiran para tokoh agama mencerminkan pentingnya peran kolaboratif dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Bupati menyampaikan apresiasinya atas partisipasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Ia menyampaikan, kolaborasi adalah kunci dalam pelaksanaan program-program Pemkab Karawang, terutama pada isu perlindungan perempuan yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor.

"Alhamdulillah, hari ini kita melihat betapa besar peran kita semua dibutuhkan masyarakat. Saya bersyukur Karawang memiliki sumber daya manusia yang melimpah," katanya.

Ia berharap rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini dapat menjadi momentum penting untuk mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat dalam menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak.

"Mudah-mudahan keberagaman yang kita miliki menjadi kekuatan yang mempersatukan. Inilah bukti nyata bahwa bersama-sama kita dapat memberikan perlindungan yang lebih baik dan menjawab berbagai tantangan," katanya. 

Baca juga: WHO sebut hampir 1 dari 3 perempuan di dunia alami kekerasan seksual

Baca juga: Menteri PPPA ajak santri bijak gunakan internet

Baca juga: Polres Karawang tangkap pegawai Alfamart atas aksi pembunuhan dan pemerkosaan rekan



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026