Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bakal mencari lokasi yang lebih ideal untuk penempatan Tempat Pemungut Retribusi (TPR) wisata Pantai Parangtritis, karena gerbang masuk wisata yang disediakan saat ini berada di jalan umum.
Kepala Dispar Bantul Saryadi, di Bantul, Minggu, mengatakan TPR sementara untuk masuk kawasan Pantai Parangtritis saat ini masih menggunakan tenda darurat di tepi Jalan Parangtritis, meskipun sudah berada di selatan jalur jalan lintas selatan (JJLS).
"Kalau mau ideal harus cari lokasi dulu, sehingga bisa membangun TPR yang lebih ideal. Kalau TPR Parangtritis yang saat ini kan TPR cuma kecil, berada di pinggir jalan dan tidak ada pembatas lajur di jalan," katanya.
Baca juga: Destinasi wisata Bantul dikunjungi 1,18 juta wisatawan selama 2025 hingga Juli
Baca juga: Yogyakarta datangkan wisatawan ke Parangtritis melalui festival layangan
Menurut dia, perlunya mencari lokasi yang lebih ideal karena diakui para pengunjung pengendara lalu lintas yang kecepatannya tinggi terkadang menyusahkan petugas TPR untuk menghentikan, mengingat beresiko bagi keselamatan petugas maupun pengendara.
"Nah itu yang kadang kadang membuat potensi los (tidak bayar retribusi). Ini memang karena ketidakefektifan TPR ketidakidealnya TPR yang baru," katanya lagi.
Dia mengatakan pula, berbeda dengan lokasi TPR Pantai Parangtritis yang lama, meskipun berada di jalur wisata, namun terdapat lajur lajur dan pembatas di tengah jalan, sehingga menghentikan pengunjung wisata lebih mudah.
"Kalau saat ini kan tidak ada, padahal sebenarnya masyarakat sudah tahu, juga melihat juga ada petugas di situ, ada pembatas juga, namun tetap saja ada yang menerobos tanpa berhenti," katanya pula.
Baca juga: Sultan HB X minta wisatawan patuhi larangan mandi di Pantai Parangtritis Bantul
Dia mengatakan, sejauh ini potensi lolosnya pemasukan retribusi karena menerobosnya wisatawan hanya di TPR Parangtritis saja, tidak terjadi di TPR wisata pantai lain yang berada di sisi barat, karena TPR berada di jalur wisata yang memang untuk akses wisatawan.
"Kalau yang TPR lain memang bukan jalan umum, dam memang jalan ke akses objek wisata sehingga relatif yang lewat situ tidak tinggi, kalau yang masuk Parangtritis kan ada yang dengan kecepatan tinggi, sehingga itu menjadi resiko tersendiri," katanya.
Sambil mencari lokasi ideal untuk penempatan TPR Pantai Parangtritis yang baru, pihaknya juga mengimbau wisatawan yang masuk ke kawasan Pantai Parangtritis agar tertib membayar retribusi di loket TPR yang disediakan pemerintah.
"Ya kalau imbauannya supaya masyarakat atau wisatawan mohon tertib kalau memang mau ke objek wisata ya membayar retribusi, gitu saja," katanya pula.
Pewarta: Hery SidikUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026