Jakarta (ANTARA) - Dalam semangat pembangunan yang berpijak pada nilai lokal dan spiritualitas komunitas, Pemerintah Pusat kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi berbasis tokoh agama di Papua.

Bertempat di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, telah dilaksanakan penyaluran bantuan usaha tahap II kepada Pendeta Lenis Kogoya, Ketua Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Yamo.

Bantuan yang diberikan berupa 3 ekor bibit babi, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi mikro berbasis ternak lokal.

Proses penyaluran berlangsung aman dan lancar, dengan dukungan dari tokoh masyarakat, aparat kampung, dan unsur gereja.

Pendeta Lenis Kogoya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan kepada para pemimpin rohani di Papua.

“Bantuan ini bukan sekadar ternak. Ini adalah benih ekonomi, simbol keberpihakan, dan bentuk nyata dari sinergi antara iman dan pembangunan,” ujar Pdt. Lenis Kogoya.

Tokoh Agama sebagai Pilar Pembangunan
Di wilayah pegunungan Papua, tokoh agama memegang peran sentral bukan hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai penggerak sosial dan penjaga stabilitas komunitas.

Pendeta Lenis Kogoya, yang telah lama melayani masyarakat Yamo, dikenal sebagai figur yang menggabungkan nilai iman dengan semangat kemandirian ekonomi.

Program bantuan usaha ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan di Papua tidak bisa bersifat seragam. Ia harus berakar pada struktur sosial lokal, menghormati peran adat dan gereja, serta melibatkan masyarakat sipil secara aktif.



Pewarta: Antara
Editor : Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026