Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi bertekad mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang akan digelar pada 2026.
Kabupaten Bekasi meraih gelar perdana juara umum Porprov Jawa Barat pada 2014. Empat tahun berselang, tuan rumah Kabupaten Bogor menyegel gelar tersebut sebelum direbut kembali oleh Kabupaten Bekasi pada 2022 di Ciamis.
"Segenap jajaran pengurus KONI beserta cabang olahraga bersepakat untuk mengulang kembali kesuksesan merengkuh gelar juara umum di Porprov 2026 nanti," kata Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bekasi Batong Sulaeman di Cikarang, Senin.
Baca juga: Legislator Banten lakukan studi hibah olahraga ke KONI Kabupaten Bekasi
Baca juga: Sekretariat KONI berpindah ke GOR Squash Wibawa Mukti Bekasi
Dia optimistis mampu mempertahankan predikat juara umum mengingat Kabupaten Bekasi masih menjadi inti kekuatan Jawa Barat yang paling diperhitungkan oleh daerah-daerah pesaing utama seperti Kota Bandung, Kabupaten Bogor dan tuan rumah Kota Bekasi.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KONI Kabupaten Bekasi Arif Rahman Hakim melanjutkan fokus pada pembinaan administrasi terutama berkaitan dengan pendaftaran atlet.
Menurut dia potensi medali atlet bisa hilang apabila terkendala aspek administrasi sehingga bidang pembinaan prestasi serta bidang data diminta membuka layanan call center guna membantu pengurus cabang olahraga yang mengalami kendala pendaftaran.
"Semua atlet potensial harus masuk long list di BK (babak kualifikasi). Ini untuk antisipasi jika ada yang berhalangan saat pertandingan nanti. Saya sudah instruksikan bidang binpres maupun data atau tim IT untuk membantu persoalan ini," ucapnya.
Baca juga: Ahmad Firdaus pimpin Perpani Kabupaten Bekasi periode 2025-2029
Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Bekasi Bertje Rumagit menambahkan pembinaan administrasi bagi pengurus cabang olahraga turut mencakup sistem pendaftaran daring, terlebih verifikasi atlet dilakukan secara ketat, terutama berkaitan prestasi serta batas usia atlet.
"KONI juga membentuk tim Anev (analisis dan evaluasi) untuk memonitor perkembangan atlet dari tahap latihan hingga kesiapan bertanding," katanya.
Tahap awal persiapan dimulai dari babak kualifikasi yang akan berakhir Desember tahun ini. Dari 72 cabang olahraga yang dipersiapkan, lebih dari 1.200 nomor pertandingan dan 900 atlet telah didaftarkan.
"Meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, kami optimistis bisa mencapai target. Karena secara prestasi kita masih kuat. Untuk target juara umum, saya rasa aman," kata dia.
