Banda Aceh (ANTARA) - Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan membran antibakterial ramah lingkungan berbahan dasar daun mimba untuk mengatasi limbah antibiotik.
"Saat ini, tim sedang menuntaskan tahap pengujian kinerja membran di Laboratorium Teknik Kimia USK," kata Ketua Kelompok PKM Jurusan Teknik Kimia USK Banda Aceh Haziqia Aulia Putri di Banda Aceh, Rabu.
Tim PKM dari Jurusan Teknik Kimia ini terdiri atas tiga orang yang diketuai oleh Haziqia Aulia Putri, dan dua rekan lainnya sebagai anggota yakni A.R Yana Sunarti dan Sheila Rizkia Azzahra.
Saat ini, mereka sedang mengembangkan membran Poliviniliden fluorida (PVDF) yang dimodifikasi dengan graphene oxide dan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica), sebagai solusi inovatif membantu menekan pencemaran limbah antibiotik yang semakin memprihatinkan.
Dalam pengembangan ini, mereka memadukan teknologi modern dengan potensi bahan alam untuk menghasilkan membran filtrasi yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.
“Selain lebih efektif, kami ingin teknologi ini tetap ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh, seperti daun mimba,” ujarnya.
Ia mengatakan daun mimba sudah lama dikenal mempunyai sifat antibakterial alami.
