Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan bangga atas inisiasi Universitas Medika Suherman (Umeds) membuka fakultas kedokteran gigi sebagai langkah strategis perluasan akses pendidikan tinggi pada sektor kesehatan di daerah itu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat meresmikan pembukaan fakultas baru itu di Kampus Umeds, Kawasan Industri Gobel, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu.
"Kehadiran fakultas ini sekaligus menjawab kebutuhan daerah akan tenaga medis profesional, khususnya dokter gigi," katanya.
Ia mengapresiasi sekaligus mengucapkan selamat atas berdirinya fakultas kedokteran gigi yang bukan hanya menjadi pencapaian akademik melainkan juga kontribusi nyata bagi upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kabupaten Bekasi dengan jumlah populasi mencapai 3,2 juta jiwa dan lebih dari 7.800 perusahaan, menghadapi tantangan serius di sektor kesehatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelayanan berbasis BPJS Kesehatan.
Alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2025 senilai Rp8,7 triliun juga turut diarahkan untuk mendukung penguatan infrastruktur serta sumber daya manusia di bidang kesehatan.
"Tenaga dokter gigi masih sangat kurang. Bahkan, pelayanan kesehatan gigi kerap terabaikan. Padahal ini sektor yang sangat vital dalam meningkatkan kualitas hidup warga," katanya.
Sebagai seorang dokter umum, Asep juga menyoroti potensi besar profesi dokter gigi di Kabupaten Bekasi. Banyak di antara profesi mereka yang sukses membuka praktik dan klinik sendiri, terutama di kawasan industri seperti Cikarang.
"Permintaan layanan estetika seperti behel dan bleaching tinggi. Ini peluang luar biasa bagi lulusan kedokteran gigi yang kompeten," katanya.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada pendiri Umeds dr Suherman yang dinilai visioner karena tidak hanya membangun rumah sakit melainkan turut mendirikan institusi pendidikan kedokteran gigi di Kabupaten Bekasi.
"Saya berharap ke depan juga dibangun rumah sakit khusus gigi dan mulut di Kabupaten Bekasi, agar mahasiswa bisa praktik langsung di tempat, sebagaimana sistem koas di Trisakti," ucap dia.
Sementara itu, dr Suherman menegaskan pendidikan serta kesehatan adalah dua fondasi utama kemajuan bangsa. Kehadiran fakultas kedokteran gigi ini diharapkan mampu mencetak generasi dokter gigi yang kompeten dan peduli sosial.
"Indonesia tidak akan maju jika pendidikan dan kesehatan terabaikan. Lulusan Umeds harus siap kerja dan melayani semua kalangan, termasuk masyarakat yang kurang mampu," katanya.
Ia juga menyampaikan harapan besar atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara Umeds dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.
"Dengan sinergi antara akademisi, praktisi dan pemerintah, saya yakin kita bisa mencetak dokter gigi berkualitas dan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju," katanya.
Baca juga: Universitas Negeri Medan buka Fakultas Kedokteran
Baca juga: FK Universitas Jember dampingi Undiknas Denpasar dirikan Fakultas Kedokteran
Baca juga: Tiga prodi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin terakreditasi unggul
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026