Jakarta (ANTARA) - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan apresiasi yang mendalam atas semangat dan dedikasi masyarakat dalam menyelenggarakan turnamen-turnamen bulutangkis secara mandiri di berbagai wilayah Jabodetabek.
Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja dalam keterangananya, Rabu menyatakan bahwa inisiatif masyarakat ini adalah cerminan kekuatan sejati bulutangkis Indonesia.
“PBSI sangat mengapresiasi turnamen-turnamen yang diinisiasi secara mandiri oleh masyarakat. Ini bukti bahwa bulutangkis bukan hanya olahraga prestasi, tapi juga budaya yang hidup di tengah ixjxrakyat. Terima kasih kepada seluruh komunitas yang terus menyelenggarakan kompetisi dan menjaga semangat olahraga di akar rumput," katanya.
Selama periode 25 April hingga 20 Mei 2025, tercatat sedikitnya sembilan turnamen komunitas yang digagas secara swadaya oleh para pecinta bulutangkis, yakni Anretawa Cup, Arsya Diva Cup, Banin Cup, Citra Cup, Maesa Smash Cup, MEF Smash Super Series, RG Badminton Tournament, Sumber Rezeki Cup, dan Semar Cup.
Turnamen ini tersebar di lebih dari 90 GOR/Hall bulutangkis, yang tersebar di Jabodetabek, mulai dari lapangan kelurahan hingga arena berstandar nasional.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi bibit-bibit muda dan sarana menjaga kesehatan serta kohesi sosial.
Kepala Pengembangan Komunitas PBSI, Devie Rahmawati, turut menyampaikan penghargaan kepada para penggerak lapangan dan pengelola GOR yang terus melayani masyarakat.
"Terima kasih kepada para pendiri dan pengelola GOR/Hall, yang tanpa lelah melayani masyarakat. Mereka adalah garda terdepan pembinaan mental, kebugaran, dan karakter. Turnamen komunitas bukan hanya tempat bertanding, tetapi juga tempat kita belajar untuk menang dengan hormat dan kalah dengan bermartabat," katanya.
PBSI meyakini bahwa dengan dukungan masyarakat yang begitu solid, ekosistem bulutangkis nasional akan semakin kokoh dari komunitas, oleh komunitas, untuk kejayaan Indonesia di panggung dunia.
Temuan divisi komunitas PBSI, masyarakat yang terus berkeringat dengan bermain badminton di 90 GOR/Hall yaitu AFA Badminton Hall, Al Muhtadin, Alpha badminton court, Asyim Marinir, BHM Jatinegara, BZone, Badminton Jaya Bekasi, Banin, Benteng, Billymoon, Bulltank, Cahaya Arena, Chandra Wijaya, Cibogo, Cilandak Barat, Cipete Badminton Club, Dian Jaya, Djaya, Eden Sport Center, Firstman Champion Arena, Forliva jatibening, GCT , Gading Jaya, Gading, Kramat Jati, Gedung Serba Guna The Three, Gelanggang Remaja Duren Sawit, Gemilang Sport, Genior, Guna Bangsa, Hal Jonex, Hall Selon, Hall kelapa dua, Hijau daun Cipinang Cimpedak, Ibnu Mandiri, Jamilalawiyah kenanga, KNS Sport Arena, KPBD, Kecamatan Pademangan Barat, King Arena, Lenaka, Leo Sport Kebayoran, Lindung Badminton Arena, Mandala Aini, Marinir Arena, Matrix Badminton Arena, Melawai Plaza, Meteor, Mustika Badminton Arena, NETS Melati Mas Jelupang, Nolook, Orio, PALAD, PPTA, PLD, Pangkalan, Paradise, Pasar Cipete Selatan, Pasar Teluk Gong Angkasa, Pasar Pademangan Timur, Perintis Badminton, Pertiwi Sport, Poltangan 89 Arena, Putra Kabul, Raden Tegar, Raihan Sport Center, Rawamangun Velodrome, Rawasi Cinere, Rivai Sport, Royal Badminton, SIMA, SSG, Samoedra Gunung Sindur, Santika Hotel Bekasi, Sarwendah, Satar Pondok Cina, Senorita, Smash 50, Sport One Sunter Jaya, TS, Thalita, Tiga Putra, Tontowi Ahmad, Usman Harun, Vie, WGN Sport, Wimpy, Wins 63, Wins Arena, Yogi.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026