Depok (ANTARA) - Sepuluh siswa SMPIT dan SMAIT Al Haraki Kota Depok mendapatkan kesempatan mengikuti ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-16 yang digelar pada 17-20 Januari 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sepuluh delegasi Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki terdiri dari enam siswa SMPIT dan empat siswa SMAIT yang dialokasikan ke dalam beberapa council berbeda.

Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal dalam keterangannya, Selasa menyampaikan apresiasinya kepada para delegasi muda dari SMPIT dan SMAIT Al Haraki.

“Kami sangat senang dapat menerima kehadiran siswa-siswi SMPIT dan SMAIT Al Haraki. Mereka telah menunjukkan antusiasme dalam mendiskusikan isu-isu global yang relevan baik untuk hari ini maupun masa depan," demikian keterangan pers SIT Al Haraki.

Melalui konferensi ini, kami berharap mereka dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam menyuarakan ide-ide mereka di panggung internasional. Kami harap di konferensi-konferensi kami selanjutnya, siswa-siswi Al Haraki dapat Kembali menunjukkan kemampuannya di sini.

Keterangan pers SIT Al Haraki, Selasa mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti siswa-siswi yang hadir.

Mulai dari Opening Ceremony yang berlangsung di hari pertama konferensi di mana para siswa-siswi berkesempatan untuk menyimak sambutan meriah dari berbagai duta besar besar negara-negara yang hadir, Committee Sessions di hari kedua di mana setiap siswa-siswi terlibat langsung dalam simulasi debat PBB Bersama dengan delegasi dari negara lainnya.

Serta Closing Ceremony yang menutup rangkaian acara sekaligus pemberian penghargaan kepada delegasi-delegasi terbaik di mana salah satu siswa Al Haraki berhasil memenangkan penghargaan Best Costume.

Melalui ajang bergengsi yang diikuti 1.000 peserta dari 38 negara ini, para siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan mereka tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk menjadi bagian dari solusi berbagai permasalahan global.

Di forum ini juga para pelajar Indonesia dapat berkenalan dan membangun rasa persaudaraan dengan sesame pelajar dari negara lain di seluruh dunia.
 
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini, termasuk pihak sekolah, orang tua, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras demi kelancaran acara," katanya.

Pengalaman berharga ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa dan siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi dalam ajang internasional di masa mendatang serta menajdi motivasi siswa dan siswi untuk terus berkontribusi dalam perubahan dunia ke arah yang lebih baik.

Berikut adalah nama para delegasi tersebut:
• Brian Bayu Wicaksono – UNODC, berperan sebagai delegasi Spanyol
• Barra Ihsan Aulia – UNODC, berperan sebagai delegasi Belarusia
• Galih Nadindra Kinasih – UNHCR, berperan sebagai delegasi Estonia
• Tara Athaillah – UNHCR, berperan sebagai delegasi Guyana
• Muhammad Rafagio Fabian– UNESCO, berperan sebagai delegasi Brunei Darussalam
• Nabil Azfar Taufik – UNESCO, berperan sebagai delegasi Qatar
• Rifky Afuwu – UNESCO, berperan sebagai delegasi Belanda
• Janeethalia Akila Elysia – UNESCO, berperan sebagai delegasi Yaman
• Nurul Widyawati Rasikhah Fath – UNESCO, berperan sebagai delegasi Yaman
• Qaireen Alzena Qimore – UNESCO, berperan sebagai delegasi Portugal

Baca juga: Siswi SMA Labschool juara simulasi debat PBB di Amerika Serikat
Baca juga: Siswa SMAN 2 Taruna Bhayangkara raih medali emas kejuaraan GYIIF 2025
Baca juga: Mahasiswa Universitas Syiah Kuala lolos beasiswa AS



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026