bet-targetkan-580-embrio-di-2012
Bogor, 16/5  - Balai Embrio Ternak (BET), Cipelang, Bogor, menargetkan 580 produksi embrio di tahun 2012 ini.

"Kita optimis target tahun ini dapat tercapai dengan maksimal," kata kepala BET Tri Hasi di Cipelang, Kabupaten Bogor, Selasa.

Tri mengatakan, hingga periode ini, BET sudah memproduksi 50 persen atau sebesar 300 embrio telah dikantongi.

Tahun lalu target produksi tercapai 100 persen yakni sekitar 450 emrbrio.

Menurut Tri, target produksi embrio sebagai salah satu upaya untuk mendukung terwujudnya swasembada daging di 2014.

Balai Embrio Ternak Cipelang ini milik Kementerian Pertanian dibawah Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Memiliki fungsi dan tugas untuk memproduksi embrio dan produksi bibit unggul sapi jantan.

BET terletak di kaki Gunung Salak di atas ketinggian 1.200 mdpl. Lokasinya juga terisolir jauh dari pemukiman warga.

Tri mengatakan, dalam waktu dekat BET akan meluncurkan produksi bibit unggul sapi jantan yang merupakan program swasembada pejantan 2013.

"Hingga kini kita sudah memiliki 33 penjantan yang merupakan bibit unggul yang kita siapkan mewujudkan swasembada pejantan 2013," katanya.

Tri menyebutkan, terdapat 513 ekor sapi yang ada di BET. Terdiri dari 80 pejantan dan sisanya adalah sapi betina.

Menurut Tri, seharusnya jumlah populasi sebuah Balai Embrio Ternak memiliki 600 sapi. Rencananya dalam waktu dekat ini akan ada tambahan sapi perah impor sebanyak 250 ekor.

"Saat ini kita sedang melakukan penambahan kandang. Akan datang 250 ekor sapi perah yang masuk dalam tahun ini," katanya.

Tri mengatakan, sapi-sapi yang terdapat di BET merupakan sapi campuran, tapi kebanyakan adalah sapi impor.

Jenis-jenis sapi yang ada di BET terdiri dari sapi FH, Simmental, Braman, dan Brangus.

Lokasi kandang BET yang berada di kaki Gunung Salak dengan ketinggian 1.200 mdpl dinilai cocok untuk jenis sapi impor yang ada di balai.

"Cuacanya sangat cocok untuk jenis-jenis sapi impor ini. Makanya lokasinya dipilih di sini," katanya.

BET sudah dibangun sejak 1999 dengan nama Balai Pembibitan Ternak dan Penghijauan Cisarua. Pada 2004, nama balai diganti oleh Wapres Habibie dengan nama Balai Embrio Ternak.

BET dibangun di atas lahan seluas 90 hektare, namun yang baru termanfaatkan seluas 30 ha. Aksenya berada ditepi jurang dengan suhu sekitar 80 hingga 90 derjat celcius.


Laily R


: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026