Penyakit hewan ternak adalah salah satu risiko utama bagi keamanan pangan mereka dan kehidupan ratusan juta keluarga perdesaan."
PBB, New York (Antara/Xinhua-OANA/Antara Megapolitan) - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Dunia bagi Kesehatan Hewan (OAH) pada Selasa (31/3) menjabarkan di Abidjan, Pantai Gading, kegiatan 15-tahun untuk menghapuskan wabah kambing dan domba.

"Penyakit hewan ternak adalah salah satu risiko utama bagi keamanan pangan mereka dan kehidupan ratusan juta keluarga perdesaan," kata Farhan Haq, Wakil Juru Bicara PBB, dalam taklimat harian kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York, AS. "Wabah itu, yang dikenal dengan singkatan Bahasa Prancisnya, PPR --Peste des Petits Ruminants-- telah berkembang dengan cepat dalam 15 tahun belakangan."

Kegiatan baru tersebut dapat membantu dunia secara pasti menghilangkan wabah yang memporak-porandakan kambing dan domba, dan membebaskan ratusan juta keluarga di pedesaan dari salah satu resiko utama terhadap kehidupan dan keamanan pangan mereka.

Setakat ini, rinderpes adalah satu-satunya penyakit hewan yang telah dihapuskan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu petang. FAO dan mitranya memelopori upaya tersebut dan mengumumkan wabah ternak yang menghancurkan, penyebab kelaparan dan ambruknya kekaisaran, secara efektif punah pada 2011.

PPR adalah virus yang sangat berkaitan dengan rinderpes, dan memiliki sifat yang sama yang membuatnya sasaran yang cocok bagi kegiatan penghapusan: vaksin murah, aman dan dapat diandalkan, seperti juga pemeriksaan. sementara itu, virus tersebut memiliki tahap penularan yang relatif singkat dan tak bertahan hidup untuk waktu lama di luar pengantarnya.

Penyakit PPR, yang kini merajalela di sebanyak 70 negara di seluruh Asia Timur dan Selatan, Afrika dan Timur Tengah, dikatakan mampu membunuh sebanyak 90 persen hewan jika hewan itu terinfeksi PPR.

Ada insentif ekonomi untuk mewujudkan penghapusan PPR sepenuhnya. Sebanyak 2,1 miliar hewan pemamah biak bertubuh kecil di seluruh dunia --80 persen di antaranya di wilayah yang terpengaruh-- merupakan aset penting bagi sepertiga rumah tangga di pedesaan di negara berkembang.

Kambing dan domba siap menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup yang keras, memerlukan sedikit penanaman modal tak bergerak seperti kandang,  menyediakan protein sepanjang tahun dan produk susu serta penghasilan dari bulu dan kulit, meningkatkan kesuburan tanah dan menjadi "bank bergerak".

Karena perempuan seringkali memiliki dan memelihara kambing dan domba, hewan itu memiliki peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender yang lebih besar, kata banyak pengamat industri.

Penyakit itu, yang memicu demam tinggi, tubuh menjadi kurus dengan cepat dan gangguan pernafasan, mengakibatkan kerugian tahunan antara 1,45 miliar dolar AS dan 2,1 miliar dolar di seluruh dunia setiap tahun. Jumlah tersebut tak mencakup kerugian langsung yang berkaitan dengan pembatasan perdagangan dan pergerakan ternak akibat wabah itu.

Penerjemah: Chaidar.
    




Editor : M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2026