Depok, (Antara) - Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) menargetkan pendapatan pada tahun ini sebesar Rp2,15 trilun atau mengalami kenaikan dari 2012 sebesar Rp1,68 triliun.
"Pelayanan baik kepada pelanggan merupakan salah satu strategi yang jitu dalam memenangkan persaingan usaha," kata Ketua Pengurus KWSG Edi Kartika di Depok, Selasa.
Edi mengatakan hal tersebut di sela acara peresmian enam outlet baru, masing-masing di Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Semarang, Tegal, dan Depok, Jawa Barat.
Enam outlet tersebut diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan bersama Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Ia mengatakan bahwa KWSG sendiri pada tahun 2013 menargetkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun. Hal ini meningkat dibandingkan Rp1,68 triliun pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2014 koperasi yang dikelola secara profesional ini menargetkan kenaikan pendapatan hingga Rp2,43 triliun.
Menurut dia, saat ini aset KWSG pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar Rp761 miliar dibandingkan Rp529 miliar pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2014 KWSG menargetkan kenaikan aset menjadi Rp950 miliar.
Koperasi yang diakui sebagai koperasi terbaik setelah menyabet peringkat 233 koperasi terbesar di dunia pada ajang ICA Global 300 pada tahun 2011 juga membagikan sisa hasil usaha (SHU) pada tahun 2013 sebesar Rp70 miliar, sementara jasa anggota yang diberikan kepada anggota KWSG pada tahun 2013 sebanyak enam kali dan pada tahun 2014 sebanyak delapan kali.
"Untuk tahun ini total investasi kami sebesar Rp86 miliar dan pada tahun 2014 akan dinaikkan menjadi sebesar Rp161 miliar," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa KWSG saat ini memiliki 72 jaringan usaha yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Pulau Lombok serta memiliki 6.500 pelanggan, telah melakukan pengelolaan usahanya dengan teknologi informasi secara terintegrasi, online dan real time.
Penggunaan teknologi informasi itu telah terbukti mampu menjawab kebutuhan dalam menjalin hubungan baik serta membangun loyalitas pelanggan
"Kami sudah membangun sistem informasi pelanggan (Simpel) yang berbasis SMS center dan kartu anggota si Pintar yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Sistem informasi pelanggan sendiri menjadi satu terobosan yang cukup besar di tengah upaya KWSG menjalin komunikasi dengan pelanggan," lanjutnya.
Melalui sistem ini, lanjut dia, akan memberikan kemudahan informasi dalam melakukan transaksi pelanggan yang terdiri atas beberapa fitur seperti informasi transaksi utang yang telah jatuh tempo, informasi transaksi pembayaran terakhir, dan informasi total saldo utang.
"Kami ingin menjadi koperasi terbaik dan terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020," ujarnya optimistis.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan menyatakan bahwa program inovasi yang dilakukan KWSG bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya agar dapat berprestasi di kancah internasional di kemudian hari.
"Penggiat koperasi harus merasa bangga atas pengakuan ini, apalagi tujuan utama koperasi adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota, bukan hanya sekelompok orang," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa koperasi membuat ekonomi indonesia makin baik ditambah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh sejajar dengan entitas bisnis lainnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto menyatakan bahwa keberadaan KWSG mengambil peran penting dalam mengambil proses penting di Semen Indonesia hingga "end user".
"Tahun ini pendapatan tembus hingga Rp2 triliun, sedangkan aset terus tumbuh hingga lebih Rp 700 miliar dan SHU senilai 70 miliar. Ini artinya memiliki `return on asset` lebih dari 10 persen," ujarnya.
Lebih jauh dikatakannya, inovasi yang dilakukan KWSG, sejalan dengan budaya corporate yang dibangun Semen Indonesia dengan membudayakan inovasi di segala lini.
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2013
"Pelayanan baik kepada pelanggan merupakan salah satu strategi yang jitu dalam memenangkan persaingan usaha," kata Ketua Pengurus KWSG Edi Kartika di Depok, Selasa.
Edi mengatakan hal tersebut di sela acara peresmian enam outlet baru, masing-masing di Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Semarang, Tegal, dan Depok, Jawa Barat.
Enam outlet tersebut diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Syarif Hasan bersama Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Ia mengatakan bahwa KWSG sendiri pada tahun 2013 menargetkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun. Hal ini meningkat dibandingkan Rp1,68 triliun pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2014 koperasi yang dikelola secara profesional ini menargetkan kenaikan pendapatan hingga Rp2,43 triliun.
Menurut dia, saat ini aset KWSG pada tahun 2013 meningkat menjadi sebesar Rp761 miliar dibandingkan Rp529 miliar pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2014 KWSG menargetkan kenaikan aset menjadi Rp950 miliar.
Koperasi yang diakui sebagai koperasi terbaik setelah menyabet peringkat 233 koperasi terbesar di dunia pada ajang ICA Global 300 pada tahun 2011 juga membagikan sisa hasil usaha (SHU) pada tahun 2013 sebesar Rp70 miliar, sementara jasa anggota yang diberikan kepada anggota KWSG pada tahun 2013 sebanyak enam kali dan pada tahun 2014 sebanyak delapan kali.
"Untuk tahun ini total investasi kami sebesar Rp86 miliar dan pada tahun 2014 akan dinaikkan menjadi sebesar Rp161 miliar," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa KWSG saat ini memiliki 72 jaringan usaha yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Pulau Lombok serta memiliki 6.500 pelanggan, telah melakukan pengelolaan usahanya dengan teknologi informasi secara terintegrasi, online dan real time.
Penggunaan teknologi informasi itu telah terbukti mampu menjawab kebutuhan dalam menjalin hubungan baik serta membangun loyalitas pelanggan
"Kami sudah membangun sistem informasi pelanggan (Simpel) yang berbasis SMS center dan kartu anggota si Pintar yang bisa digunakan untuk bertransaksi. Sistem informasi pelanggan sendiri menjadi satu terobosan yang cukup besar di tengah upaya KWSG menjalin komunikasi dengan pelanggan," lanjutnya.
Melalui sistem ini, lanjut dia, akan memberikan kemudahan informasi dalam melakukan transaksi pelanggan yang terdiri atas beberapa fitur seperti informasi transaksi utang yang telah jatuh tempo, informasi transaksi pembayaran terakhir, dan informasi total saldo utang.
"Kami ingin menjadi koperasi terbaik dan terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020," ujarnya optimistis.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan menyatakan bahwa program inovasi yang dilakukan KWSG bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya agar dapat berprestasi di kancah internasional di kemudian hari.
"Penggiat koperasi harus merasa bangga atas pengakuan ini, apalagi tujuan utama koperasi adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota, bukan hanya sekelompok orang," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa koperasi membuat ekonomi indonesia makin baik ditambah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh sejajar dengan entitas bisnis lainnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto menyatakan bahwa keberadaan KWSG mengambil peran penting dalam mengambil proses penting di Semen Indonesia hingga "end user".
"Tahun ini pendapatan tembus hingga Rp2 triliun, sedangkan aset terus tumbuh hingga lebih Rp 700 miliar dan SHU senilai 70 miliar. Ini artinya memiliki `return on asset` lebih dari 10 persen," ujarnya.
Lebih jauh dikatakannya, inovasi yang dilakukan KWSG, sejalan dengan budaya corporate yang dibangun Semen Indonesia dengan membudayakan inovasi di segala lini.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2013