Bogor (Antara) - Tim kesehatan hewan dari Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) menemukan selang plastik berukuran 5 cm dari kotoran harimau yang dievakuasi dari vila 90 di Kampung Bojong Honje, Desa Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kami menemukan ada selang plastik sepanjang 5 cm dari kotoran Euro (nama harimau-red)," ujar Dokter Hewan ASTI drh Andita Septiandini, saat dihubungi, Rabu.

Andita mengatakan selang plastik tersebut ditemukan saat tim kesehatan memeriksa feses Euro untuk pemeriksaan kondisi harimau tersebut setelah dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Satwa ASTI di Megamendung.

Menurut Andita, kemungkinan selang plastik tersebut termakan oleh Euro saat di pelihara di vila.

"Mungkin saat di vila dia mainan selang, jadi termakan," kata Andita.

Selain menemukan selang plastik, tim kesehatan juga menemukan adanya cacing nematoda di feses Euro.

Sementara itu, sehari setelah dievakuasi, kondisi Euro sudah membaik, bahkan sudah bisa loncat menaiki undakan yang terdapat di dalam kandang barunya di ASTI.

Satwa karnivora tersebut juga sudah mulai makan dan beraktivitas normal.

"Pakannya kami kasih formula khusus untuk kucing besar, daging sapi, kambing dan kelinci," kata Andita.

Andita menambahkan selama masa karantina dan observasi Euro makan formula khusus untuk kucing besar yang disediakan oleh ASTI.

Untuk pola makan, Euro masih mengikuti pola makan selama di vila yakni makan setiap hari.

"Perubahan pola makan dilakukan perlahan dalam rentang waktu enam bulan," katanya.

Euro merupakan harimau yang dievakuasi oleh petugas BKSDA dan ASTI didampingi aparat Kepolisian Resor Bogor dari vila yang menjadi tempat pembunuhan.

Keberadaan Euro dan sejumlah satwa lainnya di vila ketahui dalam pengungkapan kasus pembunuhan di vila tersebut yang terjadi pada Kamis (24/10) lalu.

Selain Euro vila tersebut juga menyimpan sejumlah satwa lainnya seperti Liger peranakan harimau dan singa (lion Afrika dan Benggalal India), seokor siamang, seekor lutung, seekor uwa jawa, seekor uwa sumatera, satu rusa tutul, tiga rusa timor, tiga merak, biawak dan ada 33 ekor anjing.

Petugas telah mengevakuasi sejumlah satwa dari vila ke Pusat Pemeliharaan Satwa Indonesia di ASTI, sebelum dilepas liarkan ke alam bebas.

Sementara itu ASTI masih menunggu hasil tes DNA untuk mengetahui jenis asli harimau tersebut apakah Sumatera atau Benggala India.

Pewarta: Oleh Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2013