Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyebut, volume sampah di wilayahnya meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat selama Bulan suci Ramadhan.

"Tren peningkatan volume sampah ini biasa terjadi saat Ramadhan," kata Kabid Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto di Cikarang, Selasa.

Dodi menjelaskan, kenaikan volume sampah dipicu oleh meningkatnya belanja masyarakat, sehingga sampah yang dihasilkan juga bertambah.

"Untuk itu kami mengantisipasi membludaknya sampah, terutama di pasar tradisional. Setiap memasuki bulan puasa, volume sampah di pasar tradisional cukup tinggi," katanya.

Jika sebelumnya sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebanyak 800 ton per hari memasuki Ramadhan volumenya hampir menembus 850 ton.

"Atau meningkat lima persen setiap harinya saat Bulan Ramadhan," ucapnya.

Menurut dia, jika sampah yang membludak tersebut tidak segera diantisipasi, maka dalam waktu dekat berpotensi terjadi penumpukan sampah, khususnya di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di wilayahnya.

"Oleh karena itu kami meminta aparatur pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan untuk segera melakukan tindakan antisipasi terhadap potensi munculnya TPS liar tersebut," ujarnya.

Pihaknya juga tengah menyiapkan penambahan personel lapangan serta menambah armada yang akan melakukan penyisiran sampah di semua wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan begitu, pelayanan pengangkutan sampah, baik sampah di lingkungan warga maupun sampah pasar bisa dilakukan lebih maksimal.

"Karena jangkauannya juga lebih luas. Warga juga bisa lebih fokus beribadah di Bulan Ramadhan tahun ini, biar kami selesaikan permasalahan ini," tandas dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019