Kementerian Kesehatan menyatakan infrastruktur yang ramah lansia dan mendukung mobilitas serta layanan pencegahan dapat memperpanjang angka harapan hidup sehat/Health Adjusted Life Expectancy (HALE) Indonesia, yang saat ini berada pada kisaran 60,7 tahun.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa meski angka harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 74,15 tahun, HALE masih berkisar pada 60,7 tahun, yang menunjukkan kesenjangan antara usia harapan hidup dengan usia hidup sehat, sehingga banyak lansia yang berisiko menjalani masa tua dalam kondisi sakit, ketergantungan atau keterbatasan fungsi.
Terkait hal tersebut, katanya, pada hasil skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025, gangguan kesehatan pada lansia cukup tinggi. Gangguan mobilitas menjadi masalah yang paling banyak ditemukan, dimana sekitar 64,6 persen lansia yang diperiksa mengalami keterbatasan mobilitas.
Baca juga: Kemenkes sebut ada 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia pada 2026
"Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan prevalensi ketergantungan pada penduduk usia 60 tahun ke atas meningkat seiring bertambahnya usia, dimana sekitar 5 persen lansia berada pada kondisi ketergantungan ringan, sedang, berat, hingga total," katanya.
Imran mengatakan Indonesia saat ini memasuki era masyarakat menua atau aging population, dimana persentase penduduk lanjut usia terus meningkat seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup sebagai hasil dari keberhasilan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan usia harapan hidup yang semakin panjang, katanya, fokus pembangunan kesehatan tidak hanya bagaimana masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga bagaimana lansia dapat tetap sehat, mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Selain itu, katanya, terdapat perubahan cara pandang terhadap penuaan. Ukuran keberhasilan hidup panjang kini bergeser dari sekadar penampilan muda menjadi kemampuan tubuh untuk berfungsi.
Baca juga: Kemenkes : Belum ditemukan kasus Ebola di RI
Menurutnya, kekuatan, mobilitas, keseimbangan, dan ketajaman mental menjadi tolok ukur yang dihargai, bukan lagi kulit halus atau angka pada timbangan.
"Oleh karena itu, konsep healthy aging atau penuaan sehat menjadi sangat penting, yaitu memastikan lansia tetap memiliki kemampuan fungsional agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara optimal dan tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial," katanya.
Peralihan fokus dari estetika ke fungsi membawa konsekuensi nyata. Individu yang menempatkan prioritas pada kekuatan dan mobilitas cenderung mengalami penurunan risiko penyakit kronis, mempertahankan kemandirian lebih lama, dan mengurangi kebutuhan perawatan intensif di kemudian hari.
Oleh karena itu, katanya, investasi pada kekuatan, tidur, nutrisi, dan lingkungan yang mendukung adalah investasi terbaik untuk masa depan yang mandiri dan bermartabat.
"Akses tanpa hambatan, permukaan yang aman dan ruang publik yang mendorong aktivitas fungsional. Insentif untuk layanan pencegahan yang terbukti memperpanjang healthspan juga menjadi langkah strategis yang bernilai sosial dan ekonomi," katanya.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026