Badan Geologi Kementerian ESDM menginformasikan Gunung Semeru, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Rabu malam, dan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kini pada Level III (Siaga).

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi yang diterima di Bandung, mencatat Semeru mengalami erupsi pada Rabu ini pada pukul 21.27 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 4.276 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini ± 2 menit 11 detik.

"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis keterangan PVMBG tersebut.

Baca juga: Gunung Semeru erupsi tiga kali dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter pada Minggu pagi
Baca juga: Semeru erupsi sebanyak 4 kali selama satu jam dengan letusan hingga 1 km pada Rabu pagi
Baca juga: Gunung Semeru alami erupsi dengan tinggi letusan capai 800 meter di atas puncak pada Senin pagi

Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Lalu, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian, mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

 

Pewarta: Ricky Prayoga

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026