Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut langsung datangnya Mahkota Binokasih yang dibawa para sesepuh dan rombongan adat dari Keraton Sumedang Larang ke Pemkab Karawang, Jabar, Sabtu siang. 

"Kami menyampaikan rasa bangga dan hormat atas hadirnya Mahkota Binokasih di Karawang," kata bupati di Karawang, Sabtu. 

Mahkota Binokasih untuk sementara disinggahkan di Kantor Bupati, kompleks Pemkab Karawang, sebelum nantinya diarak dalam rangkaian acara Kirab Tatar Sunda Mahkota Binokasih pada Sabtu malam.

Mahkota Binokasih merupakan mahkota yang istimewa. Bukan hanya dari bentuknya yang terbuat dari emas, mahkota itu juga menyimpan makna kehidupan adiluhung.

Mahkota ini memiliki sebutan lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan sanghyang pake artinya dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, nama Binokasih Sanghyang Pake mengandung makna kasih sayang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahkota ini memiliki tiga susunan yang merupakan representasi dari konsep Sunda Tritangtu. Konsep ini membangun pemikiran tentang silih asah, silih asih, silih asuh yang artinya saling berbagi ilmu, menyayangi dan membimbing.

Adapun, wujud hias bunga wijaya kusuma dan burung julang dalam Mahkota Binokasih menggambarkan makna kesetiaan, ketulusan, dan kekuatan itikad.

Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan Kirab Tatar Sunda di Karawang berjalan aman dan lancar serta menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Sunda

Bupati mengajak seluruh masyarakat Karawang untuk hadir dan memeriahkan kegiatan Tatar Sunda dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026.

Rute Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran ini dimulai dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang.

Adapun ruas jalan yang akan dilalui peserta kirab meliputi Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Alun-Alun Karawang.

Menurut bupati, acara tersebut dipastikan berlangsung meriah karena melibatkan para penggiat seni dan budaya dari Karawang serta perwakilan dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

"Atas nama Pemkab Karawang, saya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memeriahkan serta bersama-sama menjaga kelancaran Kirab Budaya ini. Mari kita jadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi, hiburan rakyat sekaligus upaya melestarikan budaya dan memperkenalkan keberagaman seni budaya serta kearifan lokal daerah yang kita cintai" katanya.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung, khususnya terkait rekayasa arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.


 

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026