Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan siap menindak tegas praktik-praktik tidak benar dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dia menyebutkan bahwa Kantor Staf Presiden (KSP) memiliki tugas salah satunya sebagai penyambung antara masyarakat dan pemerintah serta monitoring program prioritas yang tidak secara langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan sebagainya. Kalau tidak benar, pelaksanaan di lapangan akan saya babat nanti," ujar Dudung dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Selain mengawal program-program prioritas, Dudung juga menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan sebagai pilar ketahanan nasional.

Baca juga: Profil Dudung Abdurachman, KSP baru pengganti Muhammad Qodari
Baca juga: KSP dukung LKBN ANTARA sebagai ekosistem narasi utama Pemerintah

Dia mengingatkan bahwa di tengah kondisi global yang diwarnai berbagai konflik, Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam suku, bahasa, dan agama harus terus menjaga persatuan dan kesatuan.

"Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita tetap pelihara, menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme," katanya.

Dudung mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima setiap informasi yang beredar di media sosial. Kewaspadaan akan setiap informasi sangat diperlukan di era post truth, yaitu kebohongan dapat dipercaya sebagai kebenaran apabila disampaikan secara terus menerus.

Baca juga: KSP salurkan pompa apung bersihkan rumah dan fasilitas umum terdampak banjir di Aceh

"Oleh karenanya mari mata, telinga kita 'pasang' untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan," katanya.

Dudung mengatakan bahwa kemajuan suatu negara tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kebaikan, moral, dan akhlak yang dimiliki bangsa tersebut.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026