Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan  Open House Tahun 2026 pada 15–16 April 2026, dengan mengundang siswa-siswi dan guru dari wilayah Jabodetabek untuk memperkenalkan pendidikan vokasi secara lebih dekat kepada masyarakat.

"PNJ saat ini masih membuka kesempatan melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu jalur ujian mandiri, mandiri prestasi, serta jalur kerja sama industri," kata Direktur PNJ Syamsurizal di Auditorium Perpustakaan PNJ di Depok, Rabu.

Gelaran open house ini peserta tidak hanya memperoleh informasi akademik, tetapi juga berkesempatan datang langsung ke kampus untuk melihat lingkungan belajar secara nyata melalui kegiatan open booth jurusan dan campus tour, yang menjadi salah satu agenda paling diminati.

Melalui penyelenggaraan Open House ini, PNJ berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pendidikan vokasi, sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai referensi dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi di masa depan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian dalam pesannya melalui video menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan mampu menjawab tantangan transformasi industri.

Ia menekankan bahwa lulusan vokasi harus memiliki keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global," katanya.

Rangkaian kegiatan Open House juga dilengkapi dengan sesi insight bersama narasumber profesional dan alumni, yang membagikan pengalaman karier serta pentingnya penguasaan soft skills.

Opening remark di buka oleh Eko Putro Sandjojo yang merupakan alumni Teknik Elektronika Menteri Desa, PDTTRI 2016-2019.

Sejumlah narasumber yang hadir di antaranya Sri Haryanto yang merupakan alumni jurusan Akuntansi PNJ dan menjabat sebagai Direktur keuangan dan Manajemen Risiko PT. Nindya Karya, Reagan Evan alumni administrasi niaga dan merupakan duta pariwisata indonesia, Nuril Jigur alumni admnistrasi niaga PNJ dan merupakan public speaker, serta perwakilan industri.

Sementara itu, Agus Budiyanto yang merupakan alumni Akuntansi PNJ dan menjabat sebagai direktur eksekutif Zakat FOZ turut hadir sebagai narasumber yang menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri.

Sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan berbasis kemitraan, PNJ memperkenalkan berbagai kelas kerja sama industri yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung sesuai kebutuhan dunia kerja.

Beberapa mitra strategis PNJ antara lain CCIT yang berfokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi, Badak LNG di sektor energi dan industri gas, MSU sebagai mitra internasional dalam penguatan pendidikan global, PT SBI dalam bidang industri dan bisnis, serta HOPE–LZPU yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kolaborasi internasional.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis, di antaranya Gapura Angkasa, HOPE–LZPU, dan HAKIT.

Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri, program magang, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga peluang penyerapan lulusan di dunia kerja. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen PNJ dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Secara keseluruhan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi yang komprehensif bagi calon mahasiswa untuk memahami sistem pembelajaran vokasi yang menekankan praktik, kesiapan kerja, serta kolaborasi erat dengan dunia industri.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026