Universitas Indonesia menggelar halal bihalal yang dihadiri oleh pimpinan universitas dan tenaga kependidikan pusat administrasi untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi.
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah di Kampus UI Depok, Senin menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat kolaborasi di lingkungan UI sebagai satu kesatuan tim.
Menurutnya, dalam perjalanan bekerja bersama,
dinamika merupakan hal yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu, momentum Halalbihalal
menjadi ruang untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kembali hubungan kerja yang
harmonis.
“Selama perjalanan bekerja bersama, dinamika yang terjadi merupakan hal yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu, momentum Halalbihalal menjadi ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat kembali hubungan kerja yang harmonis,” ujar Prof. Heri.
Sejalan dengan hal tersebut, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai setiap proses
yang dilalui—baik keberhasilan maupun tantangan—sebagai bagian dari perjalanan menuju kemajuan bersama.
Dalam konteks ini, rasa syukur menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Indonesia untuk tidak hanya menjadi
institusi yang unggul, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ini bukan hanya harus unggul, tapi harus impactful,” tegasnya.
Sementara dalam tausiyah Ustadz Dr. Andian Parlindungan mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana refleksi diri serta penguatan nilai kebersamaan dalam kehidupan, termasuk dalam lingkungan kerja.
Ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan proses pembelajaran yang
membentuk kesadaran manusia akan hakikat hidup.
“Ramadan itu adalah universitas kehidupan yang mengajarkan kita kesadaran bahwa kita tidak
bisa hidup tanpa Allah, kita harus menghadirkan Allah dalam setiap langkah hidup kita, serta
memahami dari mana kita datang, ke mana kita akan kembali, dan apa yang sebenarnya kita cari
dalam hidup ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh kondisi yang dimiliki seseorang, melainkan oleh kemampuan untuk senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan.
Editor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026