Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) merupakan satu satunya kampus di Indonesia yang tembus 5 board subject dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026.

Rektor UI Prof. Heri Hermansyah di Depok, Kamis, menyebut perlunya mendorong lebih banyak bidang studi menembus Top 3 Asia Tenggara dan secara bertahap masuk 100 besar dunia.

“Upaya ini sangat bergantung pada penguatan kualitas riset, perluasan kolaborasi internasional, serta peningkatan publikasi bereputasi tinggi yang berdampak global. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan keunggulan spesifik dengan pemerataan kualitas, sehingga transformasi menuju universitas riset kelas dunia, bukan sekadar visi, melainkan proses yang terus berjalan dan semakin terarah,” ucapnya.

Baca juga: Mantan Ketua MWA UI Saleh Husin terharu dan bangga, UI rangking dunia 189 QS WUR

Untuk pertama kalinya, kata dia, rumpun keilmuan UI berhasil masuk dalam 5 broad subject, yaitu Arts & Humanities, Social Sciences & Management, Engineering & Technology, Life Sciences & Medicine, serta Natural Sciences.

"Capaian ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencakup empat broad subject," jelasnya.

UI berhasil meningkatkan peringkat di semua broad subject. Rumpun Social Sciences & Management menempati peringkat 146 dunia, naik dari posisi 176 pada tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada Arts & Humanities yang berada di peringkat 168 (dari 190), Life Sciences & Medicine di peringkat 281 (dari 331), serta Engineering & Technology yang melonjak ke peringkat 262 (dari 368).

Baca juga: Universitas Indonesia meraih peringkat 189 versi QS WUR

Sementara itu Natural Sciences untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam daftar peringkat global pada posisi 451–500.

Selain itu UI juga menempati peringkat 1 di Indonesia pada tiga broad subject - Arts & Humanities, Life Sciences & Medicine, serta Social Sciences & Management, yang sekaligus seluruhnya telah berada dalam Top 10 Asia Tenggara.

Kenaikan ini menunjukkan adanya transformasi yang lebih struktural. UI tidak hanya mengandalkan kekuatan tradisional di bidang sosial-humaniora, kata Prof Heri, tetapi juga mulai memperkuat fondasi di bidang sains dan teknologi. Lonjakan pada Engineering & Technology menjadi salah satu indikator paling jelas dari arah perubahan ini.

Baca juga: UI raih subjek terbanyak versi Top 500 QS WUR

Selain itu UI mencatatkan 30 bidang studi yang masuk dalam pemeringkatan global, meningkat dari 27 pada tahun sebelumnya. Empat diantaranya berhasil menembus 150 besar dunia, antara lain Anthropology, Library & Information Management, serta Law, yang menempati peringkat 96 dunia. Sementara itu Dentistry berada pada kelompok 51–150 dunia.

Bidang-bidang tersebut mencerminkan keunggulan akademik, sekaligus berperan sebagai “motor reputasi” yang mendorong visibilitas UI di tingkat global.

Dalam sistem pemeringkatan internasional, kata dia, keberhasilan menembus 100 besar berdampak signifikan terhadap persepsi kualitas institusi secara keseluruhan.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026