Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan perguruan tinggi keagamaan Islam bakal dilibatkan dalam Program Masjid Ramah Pemudik guna memberikan layanan bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan keterlibatan kampus tersebut terutama berasal dari perguruan tinggi Islam negeri yang memiliki fakultas kedokteran maupun kesehatan masyarakat.
“Kami juga mengonsolidasikan dengan kampus-kampus UIN, terutama yang memiliki fakultas kedokteran dan fakultas kesehatan masyarakat, untuk terlibat secara aktif memberikan layanan di masjid-masjid yang berada di jalur mudik,” kata Abu Rokhmad di Jakarta, Senin.
Menurut dia, mahasiswa dan sivitas akademika dari kampus-kampus tersebut dapat memberikan layanan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, seperti layanan kesehatan bagi pemudik yang singgah di masjid.
Selain perguruan tinggi, Kemenag juga mengajak unsur madrasah dan pramuka untuk turut serta memberikan dukungan dalam layanan di masjid ramah pemudik.
Program Masjid Ramah Pemudik, kata dia, merupakan upaya kolaboratif antara Kemenag dan pengelola masjid yang berada di jalur mudik untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.
Ia menyebutkan masjid yang berada di jalur mudik diharapkan menyediakan berbagai fasilitas, seperti air bersih, tempat parkir, ruang istirahat, hingga layanan yang dibuka selama 24 jam.
Bahkan, kata dia, pengelola masjid juga dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan pemudik, seperti lokasi layanan tambal ban atau fasilitas lain di sekitar jalur perjalanan.
Baca juga: Kemenag: Elongasi hilal masih di bawah standar MABIMS
Baca juga: Diktis Kemenag salurkan santunan wujudkan religiusitas berdampak
Abu Rokhmad menambahkan hingga saat ini tercatat sebanyak 6.859 masjid telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam Program Masjid Ramah Pemudik.
“Kami nanti juga akan memilih masjid-masjid yang memberikan layanan terbaik untuk diberikan insentif sebagai bentuk apresiasi,” katanya.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026