Ratusan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dari empat kecamatan ikut meramaikan Kasanga Festival IV Tahun 2026 dalam pawai ogoh-ogoh anak TK yang berlangsung di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Bali, Minggu.
Kegiatan itu sendiri merupakan inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar dan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dengan tujuan untuk menjaga keberlanjutan budaya Bali serta menanamkan nilai budaya sejak usia dini melalui pendekatan edukatif.
Tak hanya mengarak ogoh-ogoh, dengan tingkah lucunya, anak-anak TK tersebut juga turut mempersembahkan atraksi kesenian dan fragmentasi tarian.
Bunda PAUD Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara sembari berinteraksi dengan para siswa TK tersebut menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
Sagung Antari juga mengucapkan terima kasih terhadap kreativitas dan semangat anak-anak TK, para guru TK dan orang tua yang terlibat dalam perhelatan kesenian kebanggaan Kota Denpasar ini.
Pengenalan akan tradisi dan budaya Bali sejak dini, kata dia, merupakan sebuah usaha untuk tetap melestarikan kekayaan dan warisan seni kepada generasi penerus.
Baca juga: Pesta Kesenian Bali dinilai berdampak positif bagi usaha pariwisata lokal
"Ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk eling terhadap warisan tradisi leluhur," ujar Sagung Antari.
Dirinya juga mengungkapkan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan guna menghadirkan ruang edukasi budaya yang menyenangkan, kreatif, dan sarat nilai tradisi Bali. Kegiatan dirancang sebagai sarana pembelajaran mengenalkan seni, tradisi, dan kecintaan terhadap adat Bali sejak usia dini.
“Anak-anak juga mempelajari makna filosofis ogoh-ogoh, mengembangkan kreativitas, serta melatih keberanian dalam berekspresi seni budaya,” katanya.
Sementara itu, Ketua IGTKI PGRI Kota Denpasar Ni Nyoman Puspitawati menjelaskan parade ogoh-ogoh kali ini menampilkan 8 ogoh-ogoh anak TK dan 2 ogoh-ogoh dari siswa disabilitas yang menjadi perwakilan seluruh kecamatan di Kota Denpasar.
Ogoh-ogoh dibagi dalam dua tim besar, masing-masing berisi sekitar 60 peserta, dengan waktu tampil 10 menit per tim.
"Tadi masing-masing gugus perwakilan menampilkan ogoh-ogoh dan juga atraksi kesenian. Mereka semua sudah menyiapkan latihan ini sejak 1 bulan lalu," ujarnya.
Baca juga: "Bali Cultural Guidebook" dorong wisata budaya
Baca juga: Festival Nusa Dua guna genjot pariwisata Bali
Editor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026