Festival Film Horor (ffhoror) menetapkan “Setan Alas” sebagai film terpilih edisi 13 Februari 2026 yang berhak menerima Penghargaan Nini Suni.
Penetapan yang berlangsung di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat siang (13/02) itu, juga mengumumkan pekerja film pilihan Dewan Juri yang diketuai Ncank Mail dan anggota Satria Sabil, Rio Apriciandhito, Nuty Sri Laraswaty, Dandung P. Hardoko, dan Dudy Novriansyah.
Mereka menetapkan Yusron Fuady (Setan Alas) sebagai sutradara terbaik, Rangga Azof (Kafir Gerbang Sukma), aktor terbaik, Putri Ayudia (Kafir Gerbang Sukma), aktris terbaik.
Ketua ffhoror, Chanda NZ, menyatakan bahwa penyelenggaraan festival berjalan sepanjang tahun dengan pengumuman tiap bulan pada tanggal 13.
“Film yang dinilai ialah film yang ditonton juri yang beredar di bioskop pada periode sekitar 30 hari sebelum hari pengumuman,” kata Chandra.
“Selanjutnya, seluruh film terpilih akan dinilai dalam penilaian tahunan yang akan diumumkan tiap tanggal 13 Desember,” tutur Chandra.
Sebelum pengumuman film terpilih, dilaksanakan diskusi media membahas perkembangan film horor dalam upaya meningkatkan kualias film dan para sineasnya.
“Diharapkan, film horor Indonesia bisa menembus dan eksis dalam peredaran film global,” kata Chandra.
Diskusi kali ini membahas upaya penetrasi film horor Korea Selatan menguasai bioskop Indonesia.
Dalam perbincangan yang seru di hadapan para wartawan, sutradara Toto Hoedi, produser Herty Purba, sutradara Nanang Istiabudi, dan moderator Irvan Handoko mencuat pandangan bahwa penonton film Indonesia tengah memasuki fase perubahan besar.
“Penonton saat ini jauh lebih pintar dalam mengapresiasi film. Kemudahan akses menonton film global membuat mereka menuntut kualitas storytelling dan sajian visual yang jauh lebih matang,” kata Nanang Istiabudi yang telah terlibat dalam produksi film sejak tahun 1990an.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026