Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan sinergi antara BPR, securities crowdfunding (SCF) dan koperasi untuk membangun ekosistem keuangan terintegrasi bagi UMKM demi UMKM naik kelas.
Di sisi lain, diperlukan juga upaya mendorong inklusi dan literasi keuangan UMKM di Indonesia.
Hal itu jadi salah satu kesimpulan seminar tentang ekosistem keuangan terintegrasi bagi UMKM di Tangerang, Kamis.
Hadir sebagai pembicara Ednaz Hermawan (Direktorat Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK), Managing Director Tri Capital Investama (TC Invest) yang mewakili manajemen BPR TCI Sumbar Agus Jamiatul Firdaus, Direktur Utama FundEx Farid Nugraha, Operational Director TC Invest M Dedi Gunawan, dan Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah.
Menurut Ednaz, sebenarnya ceruk pembiayaan banyak ruang terbuka lebar apalagi OJK dan Bank Indonesia membuat berbagai aturan agar pembiayaan UMKM meningkat. Terlebih, jumlah UMKM mencapai 58 juta atau 98% dari total pelaku usaha di Indonesia. Bahkan, banyak kredit dikucurkan mulai dari KUR, kredit industri padat karya dan lainnya.
Karena itu, Ednaz menekankan literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM seperti dilakukan OJK agar masyarakat mengenal produk pembiayaan.
Iqbal Alan Abdullah mengatakan UMKM menghadapi masalah dalam akses pendanaan yang terjangkau karena kendala masalah administrasi, jaminan, dan manajerial.
Menurutnya, dalam konteks mendorong UMKM naik kelas, diperlukan ekosistem yang memungkinkan UMKM terus terlayani sesuai dengan peningkatan kebutuhannya.
”Jadi kami melihat perlunya membangun ekosistem. Yang ultra mikro ini kita besarkan di koperasi, kemudian naik kelas lagi maka kita dorong dia dibantu BPR, setelah itu naik kelas lagi kemudian gabung ke securities crowdfunding. Ini sudah terbukti di TC Invest,” ujar Iqbal.
Ekosistem itu juga dikembangkan pada TC Invest Group, dengan keberadaan Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TC Invest), BPR Tri Capital Investama Sumbar, dan FundEx sebagai platform investasi securities crowdfunding.
"Pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan hanya sekali jalan lalu dibiarkan, tapi harus berkesinambungan, sampai UMKM berkembang dan menjadi kuat," ucap Iqbal.
Operational Director TC Invest M Dedi Gunawan mengatakan dibutuhkan kolaborasi tiga pilar dalam pengembangan UMKM, yaitu koperasi sebagai community-based finance, BPR sebagai perbankan mikro formal, dan securities crowdfunding sebagai akses pasar modal digital.
Sinergi itu dilakukan bertahap. Tahap pertama, inkubasi oleh koperasi, dengan membina UMKM antara lain pembiayaan skala mikro, dan membantu legalitas dan laporan keuangan sederhana. Tahap kedua, scale up oleh BPR dengan pembiayaan lebih besar dengan cashflow melalui system perbankan dan peningkatan bankability UMKM. Tahap ketiga adalah ekspansi SCF, melalui penghimpunan dana publik, skema saham atau sukuk, dengan peningkatan valuasi usaha.
”Sinergi semacam ini sangat bermanfaat. Untuk UMKM pembiayaan berjenjang dan berkelanjutan, untuk koperasi ekosistem dan diversifikasi pendapatan, untuk BPR pipeline debitur berkualitas, dan untuk SCF deal flow UMKM terkurasi,” ucap Dedi.
Agus Jamiatul Firdaus mewakili manajemen BPR TCI Sumbar menjelaskan kerja sama dengan koperasi dan SCF yang terintegrasi memberikan manfaat antara lain meningkatkan kinerja dan profitabilitas BPR yaitu meningkatkan kualitas debitur, menekan NPL, memperluas pasar mikro dengan biaya operasional lebih efisien, serta membuka sumber pendapatan baru free-based income, termasuk meningkatkan citra BPR sebagai institusi progresif,inovatif, dan berkelanjutan.
Direktur FundEx Farid Nugraha juga memaparkan TCI Group memberikan akses besar bagi UMKM di setiap kondisi sehingga UMKM bisa terus tumbuh.
FundEx, kata dia, memiliki visi mendukung pengusaha lokal untuk mengembangkan bisnis dengan akses pendanaan luas dan mudah, juga memfasilitasi investor/pemodal untuk mengembangkan dana dengan instrumen investasi yang risikonya terukur.
"FundEx memberikan alternatif pengembangan bisnis, memberikan support dan konsultasi untuk pengembangan brand, memberikan dukungan mitra strategis untuk mengoptimalkan pertumbuhan, memberikan pilihan produk investasi dengan risiko terukur, mengembangkan aset investasi dengan return yang menarik, serta memberikan kemudahan berinvestasi melalui platform berbasis financial technology," pungkasnya.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026