Pemilik tiga gelar Qatar Open Iga Swiatek dan juara Australian Open 2026 Elena Rybakina tersingkir setelah kalah pada babak perempat final ajang WTA 1000 di Doha tersebut, Kamis (12/2) malam waktu setempat atau Jumat WIB.
Setelah set pembuka di mana Maria Sakkari menerima dominasi penuh dari Iga Swiatek, mantan petenis nomor tiga dunia itu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan mengejutkan 2-6, 6-4, 7-5 atas petenis peringkat dua dunia saat ini.
"Saya kehabisan kata-kata karena sudah lama sekali saya tidak meraih kemenangan besar seperti hari ini," kata Sakkari dikutip dari WTA.
"Ketika peringkat Anda turun dan Anda tidak bermain tenis dengan baik, Anda mulai meragukan diri sendiri. Dan Anda berpikir bahwa Anda tidak akan pernah bisa mengalahkan pemain-pemain itu lagi."
Kemenangan yang ia raih dalam waktu sekitar dua setengah jam itu membawa Sakkari ke semifinal Doha untuk ketiga kalinya dalam kariernya dan pertama kalinya dalam tiga tahun.
Keberhasilan tersebut juga menandai kemenangan pertamanya atas Swiatek dalam lima tahun, mengakhiri empat kekalahan beruntun dalam pertemuan mereka di WTA Tour, yang kini imbang 4-4.
"Jadi ini adalah proses besar yang harus Anda lalui dalam pikiran Anda, bahwa Anda tahu Anda bisa melakukannya," ujar Sakkari.
"Tahun lalu di babak kedua di sini melawan Swiatek, saya tidak percaya diri. Saya tidak percaya pada diri sendiri. Dan tahun ini, berbeda. Saya merasa jauh lebih baik."
Ini adalah kemenangan pertama Sakkari atas petenis Top 5 sejak ia mengalahkan Coco Gauff di Miami 2024. Lebih dari itu, kemenangan itu memperpanjang pekan di mana ia tampaknya telah menemukan kembali level yang pernah membawanya dan mempertahankannya di dalam Top 10 selama hampir tiga tahun.
Baca juga: Petens Indonesian Janice Tjen capai babak kedua Qatar Open
Ia membuka turnamen dengan tiga kemenangan straight set berturut-turut atas Zeynep Sonmez, unggulan keenam Jasmine Paolini, dan Varvara Gracheva dalam perjalanan menuju perempat final sebelum mengalahkan Swiatek.
Dengan demikian, ia menggulingkan "ratu" Doha, memberikan Swiatek kekalahan ketiganya dalam 21 pertandingan di ajang tersebut dalam sebuah drama menegangkan yang berlangsung dalam tiga set.
Kekalahan mengejutkan juga terjadi pada Rybakina yang baru saja mengangkat trofi Grand Slam akhir bulan lalu. Ia terpaksa tunduk dari dominasi petenis remaja asal Kanada Victoria Mboko yang tengah naik daun.
Mboko, yang saat ini berada di peringkat 13 WTA Tour, telah mengalahkan Rybakina dalam perjalanan menuju gelar pertamanya di National Bank Open di Montreal Agustus lalu.
Namun, petenis peringkat tiga dunia itu yang memasuki pertandingan dengan lebih unggul 2-1 dalam catatan head to head mereka, setelah mengalahkan Mboko di Washington dan Tokyo tahun lalu.
Pertemuan keempat mereka dimulai dengan Mboko unggul 2-0, tetapi kemudian Rybakina memenangi lima dari enam gim berikutnya untuk unggul 5-3. Mboko kembali membalikkan momentum, memenangi empat gim berturut-turut untuk merebut set pertama 7-5.
Rybakina merespons di set kedua, mematahkan servis di awal untuk unggul 3-1. Mboko membalas dengan mematahkan servis untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3, tetapi petenis Kazakhstan itu kembali menyerang dan mempertahankan keunggulan untuk menutup set dengan skor 6-4.
Rybakina mematahkan servis sekali lagi di gim kelima untuk unggul 4-2 di set penentu, tetapi Mboko kembali meningkatkan level permainannya. Dalam posisi terdesak, ia tetap agresif dan berhasil membalas dengan mematahkan servis Rybakina untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Baca juga: Swiatek dan Gauff ke perempat final Wuhan
Mboko mendapatkan match point, melepaskan pukulan backhand yang keras, memaksa Rybakina melakukan kesalahan ke net dan mengamankan kemenangan 7-5, 4-6, 6-4 dalam waktu dua jam 23 menit.
"Sebelum pertandingan, saya tahu saya harus memberikan perlawanan yang sangat sengit," kata Mboko.
"Dia baru saja memenangi Australian Open, saya sebelumnya telah bermain melawannya tiga kali, jadi saya pikir saya tahu apa yang harus saya harapkan sebelum pertandingan, dan itu sama sekali tidak akan mudah."
"Saya merasa kami berdua mengalami pasang surut dalam pertandingan. Mungkin kami berdua tidak memulai dengan baik," ujar petenis berusia 19 tahun itu.
"Saya pikir ketika Anda tidak merasa dalam kondisi terbaik dan hanya berusaha melewatinya, saya pikir rasanya menyenangkan ketika Anda mampu melewatinya."
Mboko menambahkan bahwa ia sendiri terkejut karena mampu mematahkan servis Rybakina, yang ia gambarkan sebagai yang terbaik di tur, pada momen-momen kritis dalam pertandingan.
"Saya pikir dia adalah pemain dengan servis terbaik di tur. Saya pikir baginya untuk mempertahankan servis akan jauh lebih mudah daripada bagi saya. Maksud saya, tidak terlalu banyak menaruh harapan pada diri sendiri untuk terus mempertahankan servis setiap saat secara konsisten," ujar Mboko.
"Saya pikir itu membuat saya memiliki tekanan yang lebih sedikit dalam pertandingan dan membiarkan saya bermain lebih bebas. Jadi terkadang saya terkejut bahkan bisa mematahkan servisnya."
Baca juga: Sabalenka kalahkan Raducanu di Cincinnati
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026