Cibinong (ANTARA News Megapolitan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor Jawa Barat mencatat ada delapan kasus penyalahgunaan narkotika dengan 10 orang tersangka selama 2018.

Kepala BNN Kabupaten Bogor Nugraha Setya Budi di Cibinong, Senin mengatakan pengungkapan delapan kasus penyalagunaan narkotika barang bukti yang diamankan luar biasa baik dilakukan secara mandiri dan bersama-sama BNN Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

"Operasi yang dilakukan sendiri atau mandiri kami menyita 60 kilogram ganja kering dan 526 gram sabu," kata Budi.

Sedangkan untuk operasi gabungan kata Budi lagi dilakukan di wilayah Kecamatan Drarmaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengungap 654 kilogram (Kg) ganja kering atau 6 Kwintal lebih yang disita oleh jajaran BNN.

"Di 2019 BNN Pusat menugaskan kami untuk menuntaskan satu jaringan narkotika di wilayah Kabupaten Bogor, ini masuk dalam program pemberantasan," kata Budi.

Selain pemberantasan jaringan narkotika di lingkungan masyarakat Kabupaten Bogor tambah Budi, bersama BNN Provinsi Jawa Barat telah menandatangani kerjasama dengan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 15 Januari 2019.

Tujuanya untuk menindak peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sebab pengendalian narkotika yang paling besar ada di Lapas.

Jadi pemeriksaan narkotika di Lapas oleh BNN Kabupaten Bogor kata dia, tanpa kewenangan Kemenkumham lagi, langsung bisa masuk ke akses Lapas.

"Sekarang ini kita belum temukan karena informasi didapat bersangkutan atau pengendali narkotika sudah ada di luar wilayah Lapas Kabupaten Bogor," ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag Umum BNN Kabupaten Bogor Gantara menambahkan, ada tiga program yang akan dilakukan BNN untuk mengatasi narkotika di Kabupaten Bogor.

Pertama program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, kedua program pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan peredaran, dan ketiga rehabilitas.

"Program pusat, BNN Kabupaten Bogor ditugaskan untuk menjalankan program sosialisasi dengan program `Desa Bersinar ` yang di wilayah ini menjadi pilot projek di tahun ini," kata Gantara.

Program `Desa Bersinar` ini tuturnya melakukan kegiatan tes urine, menyampaikan bahaya narkotika kepada masyarakat, dan program ini melibatkan tiga pilar seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Dinas Kesehatan dan kelurahan.

"Jajaran Pemkab Bogor terlibat dan BNN menjadi leading sektornya, untuk tataran kota didukung Polres, Kodim, Kejaksaan dan Pengadilan," kata Gantara.

Editor berita: Feru Lantara

Pewarta: Mayolus Fajar Dwiyanto/Muhammad Irwan Supriyadi

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019