Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui inisiatif Ekraf Peduli memperkuat komitmen lintas sektor dalam membantu upaya pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera.

"Kementerian Ekraf berkomitmen melalui Program Ekraf Peduli untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui penguatan produktivitas pegiat ekraf lokal terdampak,” ujar Menekraf Teuku Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Melalui Program Ekraf Peduli, bantuan makanan dan pakaian telah disalurkan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kementerian Ekraf merancang program pemulihan enam bulan ke depan, antara lain Sinema Rakyat dan Board Game, workshop konten digital (storytelling progres rehabilitasi dan rekonstruksi), serta literasi bisnis termasuk relaksasi pembiayaan dan KUR.

Pemerintah turut memastikan pemulihan pascabencana di Sumatera berjalan terintegrasi.

Baca juga: Kemenekraf matangkan sistem pembiayaan berbasis kekayaan intelektual

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau langsung wilayah terdampak termasuk di Aceh Tamiang pada Jumat (30/1) bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi sekaligus menyalurkan bantuan terintegrasi dari hasil donasi konser amal 100 Musisi Heal Sumatera bagi korban banjir dan longsor.

 

“Bantuan hasil donasi ini menjadi simbol kekuatan ekonomi kreatif dalam menghadirkan empati, gotong royong, serta pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Riefky.

Peninjauan ini menjadi bagian dari penguatan komitmen pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak bencana.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, fungsi pemerintahan, serta layanan publik terpadu setelah bencana yang terjadi dua bulan lalu.

Kementerian Ekraf tergabung dalam Satuan Tugas Pascabencana pada bidang Pemulihan Ekonomi bersama Kementerian UMKM. Sebelumnya, Kementerian Ekraf telah memfasilitasi dua konser musik bersama 100 musisi, ILUNI UI, dan lembaga terkait pada 7 Desember 2025 di Bintaro dan 16 Desember 2025 di Kemang.

“Kami juga mengapresiasi para musisi, komunitas kreatif, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam gerakan ‘100 Musisi Heal Sumatera’ sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat,” tambah Riefky.

Menekraf Riefky menekankan bahwa kondisi Aceh Tamiang perlu dimonitor secara berkelanjutan mengingat sejumlah pusat pemerintahan dan fasilitas publik mengalami kerusakan. Oleh karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara optimal.

Baca juga: Irene Umar sebut tim e-sport penting belajar public speaking

Ia juga menegaskan pentingnya mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat agar warga tidak hanya bertahan di tenda pengungsian, tetapi mulai produktif dari hunian sementara (huntara).

“Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar pemulihan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi Aceh Tamiang,” ujar dia.

Lokasi yang dikunjungi dalam peninjauan ini meliputi SMP Negeri 1 Karang Baru, RSUD Muda Sedia, Posko Pengungsian Kecamatan Karang Baru, serta Hunian Sementara Modular di Aceh Tamiang.

Bantuan yang disalurkan berbagai pihak mencakup beras, peralatan sekolah, obat-obatan, serta dukungan tenaga relawan kesehatan dan kebersihan sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat terdampak.

Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh kementerian dan pemerintah daerah diminta bersinergi memastikan masyarakat terdampak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga kembali memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan hunian layak secara berkelanjutan.

Peninjauan langsung di Aceh Tamiang menjadi wujud kehadiran negara secara cepat dan nyata, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.

“Mas Wapres akan mengoordinasikan proses pemulihan secara maksimal. Mas Wapres juga akan lakukan percepatan pengadaan meja, kursi, dan papan tulis di sekolah kami agar 665 siswa yang terdampak banjir dapat belajar dengan aman dan nyaman,” ujar Edy Wahyudi selaku Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru.

 

 

 


 

Pewarta: Sri Dewi Larasati

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026