Aksi bersih-bersih pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diprakarsai Pemerintah Kota (Pemkot) setempat dengan melibatkan sejumlah relawan dari berbagai kalangan mampu mengumpulkan 100 ton sampah.

"Kami mengerahkan 37 unit armada kebersihan, dan semua bak armada penuh sampah," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu Ibnu Mundzirdi di sela aksi bersih-bersih sampah di kawasan konservasi mangrove Teluk Palu, Jumat.

Menurut dia, jumlah tonase sampah yang diangkut menjadi catatan penting bagi pihaknya dalam memperkuat pengendalian sampah di ibu kota Sulawesi Tengah.

Baca juga: Palu dinobatkan sebagai kota transformasi pengelolaan sampah terbaik pertama
Baca juga: Kota Palu sebut tiga isu lingkungan hidup menjadi prioritas penanganan

Pengendalian sampah di kawasan Teluk Palu perlu keterlibatan semua pihak, dan aksi bersih sampah merupakan salah satu gerakan yang sangat positif dalam membangun ketahanan lingkungan hidup di kawasan perkotaan.

"Aksi dilakukan sepanjang kawasan konservasi mangrove sekitar 1,2 kilometer menghasilkan 100 ton sampah, angka ini sangat banyak. Oleh karena itu, aksi seperti ini harus lebih masif, baik di tingkat pemerintah maupun pihak-pihak lainnya," ujarnya.

Ia mengemukakan kegiatan itu melibatkan sekitar 3.500 orang terdiri atas pekerja program padat karya, DLH, perangkat daerah, pegiat lingkungan, TNI/Polri, lintas organisasi, mahasiswa, dan siswa.

Adapun sampah yang ditemukan, didominasi sampah plastik dan material kayu yang tersapu ombak hingga terdampar ke daratan.

Baca juga: Pemkot Palu kerahkan petugas bersihkan dan angkut sampah di lokasi haul Guru Tua

Menurut dia, sampah tersebut merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dan ombak hingga masuk ke dalam teluk.

"Tentu keberadaan sampah itu mengancam pertumbuhan tanaman mangrove dan biota laut lainnya di Teluk Palu. Kami berharap dukungan semua pihak tetap solid dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup dari pencemaran sampah. Saya juga meminta warga Palu meningkatkan kesadaran tentang kebersihan," ucap Ibnu.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, karena tanpa kerja sama yang baik dan kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan, sulit bagi pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Aksi seperti ini metode efektif dalam menjaga keberlanjutan mangrove dan biota laut lainnya. Kegiatan seperti ini bukan pencitraan, tetapi ini kerja nyata dan peduli terhadap ekologi. Kami bersyukur masih banyak orang sadar akan pentingnya keberlangsungan lingkungan hidup," kata dia.

Pewarta: Mohamad Ridwan

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026