Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Rabu (28/1), menolak untuk mengesampingkan dukungan Amerika untuk potensi perubahan rezim di Kuba, dengan mengatakan bahwa pemerintahan Trump ingin melihat perubahan dalam pemerintahan Kuba.

Ketika ditanya selama sidang Senat tentang Venezuela apakah dia akan mengesampingkan perubahan rezim di Kuba, Rubio menjawab, "Tidak. Saya pikir kami ingin melihat rezim di sana berubah."

"Itu tidak berarti bahwa kita akan melakukan perubahan, tetapi kami ingin melihat perubahan," katanya.

"Tidak diragukan lagi bahwa akan sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat jika Kuba tidak lagi diperintah oleh rezim otokratis," tambahnya.

Pernyataan Rubio muncul saat pengawasan ketat terhadap tindakan pemerintahan Trump di Belahan Barat setelah operasi militer AS pada 3 Januari mengakibatkan penangkapan dan pemindahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang diterbangkan ke New York setelah penggerebekan malam di rumah mereka di Caracas.

Rubio membela penanganan operasi Venezuela oleh pemerintah dan menekankan bahwa penggunaan kekuatan militer tambahan saat ini tidak diharapkan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: China tetap dukung Kuba sebagai negara berdaulat

Baca juga: Kuba sebut 32 tentaranya tewas pada serangan besar AS di Venezuela

 


 

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026