Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya kasus Superflu atau influenza A(H3N2) Subclade K di kota ini.
"Hingga kini belum ada laporan dari masyarakat atau fasilitas kesehatan terkait kasus ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung di Bandarlampung, Selasa.
Ia menjelaskan penyakit influenza A(H3N2) Subclade K merupakan penyakit musiman yang menyerang pernapasan, dengan kasus ini biasanya disebabkan oleh virus influenza yang beredar secara global dan terjadi sepanjang tahun.
"Nah kemudian virus influenza A(H3N2) ini mengalami pergeseran genetik, yang dikenal sebagai virus subklade K. Virus ini tentu mudah menyebar antar manusia ketika mereka batuk atau bersin," kata dia.
Baca juga: Dinkes Cianjur sebut Superflu dapat diatasi dengan PHBS
Baca juga: Dinkes Kota Semarang minta masyarakat tak panik soal superflu
Baca juga: Pemkab Bekasi imbau masyarakat waspada penyebaran virus super flu
Menurut dia, penyakit influenza dapat menyebabkan penyakit mulai dari ringan hingga berat, terkadang mengakibatkan rawat inap atau kematian.
"Namun begitu, sebagian besar kasus bersifat ringan dan sembuh sendiri. Namun, untuk yang mengalami gejala berat seperti kesulitan bernapas, sepsis, sindrom gangguan pernapasan akut, atau kegagalan multi-organ, membutuhkan perawatan suportif segera dan seringkali rawat inap," kata dia.
Oleh sebab itu, Muhtadi pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya Kota Bandarlampung, untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan dan pernapasan serta melakukan vaksinasi tahunan.
"Cara mencegahnya dengan tindakan seperti menjaga kebersihan tangan, kebersihan pernapasan. Etika batuk ditempat umum, kemudian penggunaan masker bagi individu yang bergejala atau telah dites positif virus influenza dapat mengurangi penularan virus influenza," kata dia.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026