Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan varian baru Virus Influenza A (H3N2) Subclade K atau yang dikenal dengan superflu dapat diatasi dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Selasa, mengatakan meski belum menemukan kasus superflu di daerah itu, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit.
"Selain menerapkan PHBS masyarakat perlu meningkatkan imunitas tubuh dengan menjaga pola makan bergizi dan rutin berolahraga, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.
Dia menjelaskan ketika daya tahan tubuh bagus virus tidak akan mudah menyerang, termasuk saat melakukan aktivitas di luar rumah menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan rutin mencuci tangan.
Baca juga: Warga DKI diminta terapkan PHBS cegah penularan superflu
Baca juga: Perilaku PHBS memutus mata rantai penyebaran virus influenza di RI
Untuk penanganan cepat dan pencegahan masuknya varian baru influenza ke Cianjur, pihaknya melakukan berbagai langkah dengan melibatkan tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit agar segera melapor meski hingga saat ini belum ada temuan.
"Sampai saat ini belum ada pemeriksaan yang secara spesifik memastikan keberadaan virus tersebut mewabah di Cianjur, namun kami tidak menutup kemungkinan yang terpapar atau bergejala ada tapi belum dapat dipastikan," katanya.
Untuk menghindari terpapar virus dan menularkan pada orang lain, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan konsisten menerapkan PHBS, termasuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di pusat layanan kesehatan terdekat.
Baca juga: Yayasan Siap Bergerak ajak anak Panti Asuhan Nur Karomah terapkan PHBS
Selain itu, rutin aktivitas fisik karena berperan penting dalam menjaga kesehatan dan imun tubuh disertai istirahat yang cukup dan menghindari stres karena dapat membuat imun tubuh menurun dengan cepat.
“Ketika sakit segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau pusat layanan kesehatan terdekat guna mendapat penanganan petugas sehingga meminimalisir penularan," katanya.
Selain itu, kata dia, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dari tumpukan sampah yang dapat menjadi sarang nyamuk terlebih saat cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, di mana tercatat jumlah pasien akibat demam berdarah dengue (DBD) setiap bulan masih tinggi.
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2026