Jakarta (Antaranews Megapolitan) - Universitas Pancasila menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK/SMF/MA se-Jabodetabek, Cilegon dan Sukabumi untuk menambah pengetahuan tentang konseling.

"Universitas Pancasila berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat memperkaya pendalaman ilmu. Bagi Guru BK yang hadir sebagai mitra Universitas Pancasila yang sudah menjembatani para siswanya untuk dapat menentukan pilihan jurusan dan kampus bagi masa depan mereka," kata Rektor UP, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, disela-sela acara tersebut di Jakarta, Selasa.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru BK (Bimbingan Konseling) ini dihadiri sebanyak 300 guru BK perwakilan dari wilayah Jabodetabek, Cilegon dan Sukabumi ini mengangkat tema HOTS (Higher Order Thinking Skill), yang merupakan salah satu isu yang sedang ramai di kalangan guru sebagai pendidik.  

HOTS ini diterjemahkan sebagai Keterampilan Berpikir Tataran Tinggi, namun Higher Order Thinking Skills jauh lebih luas dari sekadar “berpikir”. Beberapa konsep utama yang relevan dengan proses berpikir tingkat tinggi berdasarkan pada tiga asumsi tentang berpikir dan belajar. 

Pertama, kualitas pemikiran tidak bisa terhalang dari kualitas kegiatan belajarmereka melibatkan keterkaitan berbagai komponen dan tingkat. Kedua, apakah berpikir dapat dipelajari tanpa materi pokok dan hanya pada titik teoritis. 

Wahono berharap agar semakin banyak Sekolah baik SMA sederajat yang melakukan kerja sama dan menandatangani MoU dengan UP. Pada kegiatan ini diberikan pula rewards sebagai bentuk penghargaan bagi Guru BK melalui program "one get one" untuk kategori SMA Negeri dan Swasta dengan raihan jumlah mahasiswa terbanyak. 

Sementara itu Salah seorang Guru BK dari SMAN 3 Kota Depok Suratno mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru BK untuk dapat memberikan arahan dan bimbingan kepada murid untuk memilih jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan kemampuan murid tersebut.

"Kami hanya memberikan rekomendasi keputusan tetap berada di tangan siswa tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan di sekolah para murid memang perlu diberi motivasi agar semakin berkembang pendidikan. "Ada siswa kami yang merasa minder untuk melanjutkan kuliah karena biayanya mahal untuk menjadi dokter, tapi setelah diberi semangat dan tantangan ia bisa berhasil dan sekarang mempunyai prestasi yang baik di kedokteran UI," katanya.

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Feru Lantara


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019