Bogor (ANTARA News Megapolitan) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Jawa Barat tingkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dengan mengembangkan konsep serta model baru di 2019.

"2019 ini program pengabdian kepada masyarakat Polbangtan Bogor menyelenggarakan pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan produksi delapan komunitas strategis nasional," kata Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Polbangtan Bogor, Dr Surachman Suwandi di Bogor, Senin.

Ia menambahkan, delapan komoditas trategis nasional tersebut yakni padi, jagung, kedelai, tebu, kakao, cabai, bawang merah dan sapi potong.

Pengabdian kepada masyarakat salah satu Tridharma perguruan tinggi, selain pemberdayaan masyarakat, juga dilakukan pendampingan, dan penelitian.

Di 2019 ini Polbangtan Bogor mengembangkan konsep dan model pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dibahas melalui workshop pada Jumat (11/1).

Menurut Surachman, perlunya strategi pelaksanaan penyiapan sumber daya manusia pertanian dan fasilitasi program secara terpadu yang dimulai dari tingkat desa.

"Tahun ajaran 2019 ini yang dilakukan Polbangtan Bogor fokus pada pengembangan ?komoditi cabe dan sapi potong," katanya.

Pengembangan cabai dan sapi potong ini menggunakan pendekatan budidaya organik melalui penumbuhan atau penguatan kapasitas pemuda tani dan wanita tani.

Sedangkan pola umum PKM yakni pemberdayaan kelompok tani terpadu melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan dan fasilitasi program.

Sementara itu Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Bogor,?Dr Dayat mengatakan fokus komoditas cabai dan sapi potong diawali dengan observasi lapangan sebelum penyusunan program pemberdayaan.

Dalam rangka penetapan skala prioritas program PKM akan dilakukan workshop yang melibatkan seluruh unsur terkait di kementerian dan lembaga.

"Untuk penumbuhan kelompok usaha pertanian kita fokuskan pada kelompok pemuda tani, wanita tani dan kelompok usaha lainnya. Sedangkan untuk penyusunan `road map` meliputi kelembagaan tani sampai dengan koorporasi petani," jelas Dayat.

Pewarta: Laily Rahmawaty

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019