Bekasi (ANTARA News Megapolitan) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengoperasionalkan secara perdana satu unit bus angkutan pelajar dari bantuan Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2018, Kamis.

"Trayeknya Sekolah Menengah Pertama Negeri 3, SMPN 1, SMPN 18, SMPN 2 dan SMPN 4 Kota Bekasi," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi.

Seremonial peluncuran bus tersebut dikemudikan secara langsung oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dengan mengangkut puluhan siswa pada Kamis pagi.

Langkah ini diambil sebagai solusi atas kebijakan larangan siswa membawa kendaraan ke sekolah.

"Untuk sementara baru ada satu unit armada bus sekolah. Ke depan, jumlahnya akan terus ditambah," katanya.

Wali Kota Bekasi mengantar langsung para siswa pada bus berkapasitas tampung 21 orang itu menuju sejumlah sekolah.

Rahmat mengatakan, bus sekolah itu merupakan bagian dari paket bantuan 20 bus 3/4 yang diserahkan sejak Desember 2018 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Bus Sekolah ini, kata Rahmat, sengaja diluncurkan guna menjawab keresahan para orang tua murid terkait larangan pelajar membawa kendaraan ke sekolah serta memberikan fasilitas para siswa untuk menuju ke sekolah.

"Zaman saya, sekolah itu masih jalan kaki. Saat ini Alhamdulillah, pada hari ini Pemerintah Kota Bekasi luncurkan bus sekolah. Ini merupakan jawaban terkait larangan pelajar membawa kendaraan ke sekolah," katanya.

Dikatakan Rahmat, kebijakan itu juga sekaligus memfasilitasi komitmen kota layak anak.

"Tentunya dengan adanya bus sekolah ini para siswa bisa terhindar dari hal-hal yang membahayakan," katanya.

Rahmat menargetkan tambahan sekitar enam unit armada bus sekolah pada tahun berikutnya.

"Ke depan jumlahnya bisa bertambah seiring dengan minat siswa menggunakan bus pemerintah tersebut tinggi. Tak hanya itu, trayeknya juga akan ditambah," katanya.

Skala prioritas penambahan bus sekolah akan menyasar sejumlah sekolah yang hingga kini belum terfasilitasi angkutan umum.

"Terutama, wilayah yang tidak ada akses kendaraan umum. Dengan adanya bus sekolah ini para pelajar tak lagi membawa kendaraan ke sekolah," katanya.

Editor berita: B. Santoso

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2019