Universitas PGRI Semarang (Upgris) mengajak semua kalangan mahasiswa menjauhi narkotika dan obat-obatan berbahaya dengan salah satunya melalui Festival Mata Kuliah Umum (MKU).
Kepala Pusat Pengembangan Mata Kuliah Umum (MKU) Lembaga Pengembangan Profesi Upgris Sunan Baedowi di Semarang, Kamis, menjelaskan Festival MKU sudah digelar kedua kalinya.
"Untuk temanya masih di seputar '5A', yaitu antibullying, antikekerasan seksual, anti-intoleransi, antinarkoba, kemudian antikorupsi," katanya.
Dia mengatakan perbedaan Festival MKU tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dimasukkan antinarkoba dalam tema, seiring dengan keprihatinan atas marak penyalahgunaan narkoba.
Setidaknya, kata dia, ada lima mata kuliah yang merupakan MKU di Upgris, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pancasila, dan Ke-PGRI-an.
Untuk memperkuat fondasi mahasiswa dalam menangkal narkoba, dihadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah pada festival tersebut.
"Untuk kegiatan lain adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah umum di semester gasal ini, mereka melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek," katanya.
Ia menjelaskan dalam kegiatan itu, mahasiswa turun langsung ke lapangan, mendatangi beberapa objek atau mitra Upgris, seperti kelompok mahasiswa, kelompok bermain, Pembinaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan sekolah terdekat.
Selain itu, digelar perlombaan poster dan video iklan layanan masyarakat yang menyampaikan terkait tema "5A", utamanya antinarkoba.
Sekitar 3.500 mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, baik secara daring maupun luring, sedangkan 2.300 orang di antaranya mahasiswa baru.
Wakil Rektor I Upgris Muniroh Munawar mengatakan Festival MKU untuk membiasakan mahasiswa menerapkan pembelajaran berbasis proyek.
"Tujuannya, supaya mahasiswa mengenali masalah di lapangan, kemudian belajar mencari solusi. Karena sekarang tantangannya itu kan semua berdampak. Dosen juga, kalau riset tidak hanya hasil laporan saja, tapi hasilnya bermanfaat," katanya.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Festival MKU tersebut yang menghadirkan inovasi dalam mata kuliah MKU yang sebelumnya seperti ceramah di kelas.
"Nah, sekarang mahasiswa terjun di lapangan, didampingi dosen, bahkan dilombakan. Harapannya mahasiswa semakin punya semangat, ya, karena kita sekarang ini menghadapi 'triple disruption'," katanya.
Editor : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2025