Bogor (Antaranews Megapolitan) - Sekarang ini kita menghadapi dua tantangan yang menjadi perhatian utama. “Pertama, masyarakat global tengah dihadapkan pada permasalahan krisis pangan, energi, dan lingkungan hidup, yang kemudian berdampak lanjut pada penurunan kualitas hidup manusia. Kedua, saat ini kita tengah berada dalam era Revolusi Industri 4.0 yang dicirikan adanya perluasan manfaat internet untuk segala hal (internet of things), pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan pemanfaatan big data, yang diikuti dengan pengembangan beragam teknologi dan inovasi baru secara masif,” kata Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria saat Upacara Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap III Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (12/12) di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Rektor IPB menambahkan, dua tantangan tersebut memerlukan kesiapan sumberdaya manusia, agar berdaya saing dan berkontribusi mewujudkan tujuan global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). IPB telah menegaskan perannya dalam peningkatan daya saing bangsa dan pembangunan nasional, melalui visi IPB 2045 menjadi Techno-socio Entrepreneurial University. Untuk mencapai visi IPB tersebut, IPB perlu melakukan beragam transformasi baik dari segi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dalam segi pendidikan, IPB tengah menyiapkan pendidikan untuk generasi milenial yang memiliki karakteristik dan dimensi sebagai berikut:  pendidikan yang tidak terbatas pada tempat dan waktu; pendidikan yang mempersiapkan lulusan untuk berdaya saing seiring dengan banyaknya profesi-profesi baru; pendidikan berbasis literasi data dan Information and Communication (ICT), literasi teknologi, dan literasi manusia dan budaya;  pendidikan yang mendorong mahasiswa memiliki softskill milenium, leadership dan entrepreneurship dan pendidikan yang membangun karakter nasionalisme, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi. Dari segi penelitian dan pengembangan inovasi, IPB mendorong Riset dan Inovasi IPB 4.0 yang dicirikan dengan: agromaritim presisi tinggi melalui penggunaan teknologi drone, robotika, kecerdasan buatan di hulu sektor pertanian dan kelautan;  agroindustri untuk masa depan;  sistem agrologistik digital dan sistem e-commerce cerdas. Adapun dari segi pengabdian kepada masyarakat, IPB memiliki konsep pengabdian kepada masyarakat 4.0 yang mendorong hilirisasi inovasi-inovasi yang menjadi solusi untuk komunitas, industri, dan pemerintah,” kata Rektor IPB.

Rektor IPB lebih lanjut menjelaskan, IPB semakin menegaskan perannya dalam pembangunan nasional melalui peluncuran konsep Agro-Maritim 4.0 untuk merespon tantangan pencapaian SDGs dan revolusi industri 4.0 di bidang pertanian dalam arti luas. Arah transformasi Agro-Maritim 4.0 yaitu mewujudkan pemulihan ekosistem agro-maritim, tata kelola baru agro-maritim yang inklusif, berkeadilan, berdayaguna dan mensejahterakan, produksi pangan dan non-pangan yang berkedaulatan, industri agro-maritim dan perdagangan yang berdaya saing, penguatan infrastruktur konektivitas dan rantai nilai agro-maritim antar wilayah secara berimbang, serta penguatan sumberdaya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Rektor IPB, IPB telah berperan dalam sejumlah aktivitas untuk mendukung pencapaian SDGs, yang dapat dikategorikan ke dalam empat pilar yaitu pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan ekonomi, pilar pembangunan lingkungan dan pilar pembangunan hukum dan tata kelola.

Pada kesempatan itu, IPB mewisuda lulusan terbaiknya, sebagai sumberdaya manusia yang berkualitas dan siap membangun sektor pertanian dalam arti luas, dalam sidang terbuka dengan acara Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap III Tahun Akademik 2018/2019. Pada wisuda tahap ini, IPB akan menyerahkan ijazah kepada 800 orang lulusan, yang terdiri dari 530 orang lulusan progam sarjana, 25 orang lulusan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan, 216 orang lulusan program magister, dan 29 lulusan program doktor.

Hingga wisuda pada tahap ini, IPB telah memiliki 156.538 orang alumni. Himpunan Alumni IPB dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kerjasama, sehingga Alumni IPB semakin kuat dan kompak dengan semangat “Satu Hati Satu IPB” demi membangun IPB dan Indonesia secara konkrit di bidang pertanian secara luas.

Rektor IPB berharap lulusan IPB mampu menjadi penentu arah pembangunan nasional dan menjadi agen untuk mempercepat terwujudnya tujuan Agro-Maritim 4.0 melalui kiprahnya di berbagai bidang kerja dan usaha. “Rencanakanlah masa depan dengan sungguh-sungguh dan penuh persiapan karena keberuntungan akan muncul ketika kesempatan bertemu dengan persiapan,” tegas Rektor IPB. (Awl/ris)

Pewarta: Oleh Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018