Bekasi (Antaranews Megapolitan) - Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) bersama tim gabungan evakuasi dari Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih memburu tiga ekor buaya yang kini berkeliaran bebas di Sungai Cileungsi.

"Kami mendeteksi ada tiga jenis buaya yang kini berkeliaran bebas di sekitar permukiman penduduk, tepatnya di sekitar Jembatan Pangkalan 1 hingga ke kawasan Cipendawa, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi," kata Ketua KP2C Puarman di Bekasi, Sabtu.

Menurut dia, sebanyak dua ekor buaya diketahui berjenis crocodylus porosus atau buaya muara, sedangkan satu lainnya jenis tomistoma schlegelii atau buaya buaya senyulong.

"Buaya muara pertama diketahui memiliki panjang tubuh sekitar 120 centimeter berwarna putih, buaya muara kedua tercatat memiliki panjang tubuh sekitar 170-180 centimeter berwarna hitam dan yang ketiga (jenis senyulong) memiliki panjang 1,5 meter dengan ciri mulut panjang dan lancip," katanya.

Jenis buaya itu diketahui dirinya berdasarkan hasil pengelihatan langsung serta laporan dari Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Bogor.

Khusus untuk jenis buaya senyulong, kata Puarman, diketahui pihaknya berasal dari perairan Kalimantan, sehingga diduga kuat lepas dari penangkaran.

"Buaya senyulong ini bukan habitatnya di perairan Bekasi, dia berasal dari Kalimantan, dugaan semetara hewan itu lepas dari penangkaran," katanya.

Buaya itu saat ini berkeliaran bebas di sekitar Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi yang padat penduduk karena di sekitarnya berdiri banyak perumahan, seperti Vila Nusa Indah, Perumahan Pondokgede Permai, Kemang Ivy, Pondok Mitra Lestari, Kemang Pratama dan sebagainya.

Rumor terkait buaya di wilayah perbatasan Kecamatan Gunung Puteri Kabupaten Bogor dengan Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi itu muncul sejak viral di media sosial pada kurun dua pekan terakhir.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya menjalin koordinasi bersama instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi dan BKSDA Kabupaten Bekasi memulai perburuan ketiga ekor buaya tersebut sejak sepekan terakhir.

Perburuan itu juga melibatkan dua Tim Katak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi yang terdiri atas 12 personel serta dibantu dua unit perahu fiber untuk menyisiri sungai.

"Namun hingga kini belum ada yang berhasil kami evakuasi. Perburuan masih berlanjut hingga hari ini pada radius 1 kilometer dari Jembatan Pangkalan 1 hingga Cipendawa. sarangnya belum kami temukan," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018