Jakarta (Antaranews Megapolitan) - Jumlah pendaftar beasiswa bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau Bidikmisi mencapai 248.043 pendaftar.

"Jumlah pendaftar Bidikmisi hingga saat ini mencapai 248.043 orang. Tapi kuota Bidikmisi untuk tahun ini jumlahnya 90.000 beasiswa," ujar Direktur Kemahasiswa Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Didin Wahidin, kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Syarat untuk mendaftar Bidikmisi 2016 yakni siswa lulusan 2018 maupun lulusan 2017 dengan usia paling tinggi saat mendaftar 21 tahun.

Kemudian tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria yakni siswa penerima beasiswa miskin atau pendapatan kotor gabungan maksimal sebesar Rp4.000.000 per bulan. Pendidikan orang tua setinggi-tingginya sarjana atau diploma empat.

Selanjutnya memiliki potensi akademi baik berdasarkan rekomendasi objektif dari kepala sekolah. Pendaftar bisa memilih salah satu diantara perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS).

"Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS. PTN dengan pilihan seleksi masuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dan seleksi mandiri. Pendaftar juga bisa mendaftar di politeknik, universitas terbuka dan institut seni dan budaya serta perguruan tinggi swasta dengan pilihan seleksi masuk."

Pendaftaran Bidikmisi dilakukan oleh sekolah dan siswa pada 15 Januari hingga 30 September. Kemudian untuk pendaftaran melalui seleksi masuk SNMPTN pada 15 Januari hingga 5 Maret dan SBMPTN pada 29 Maret hingga 26 April.

Selanjutnya seleksi mandiri PTN pada 15 Januari hingga 30 September. Seleksi melalui Ujian Masuk Politeknik Negeri pada 17 April hingga 18 Mei dan seleksi mandiri PTS pada 27 April hingga 30 September.

Bidikmisi membebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi lokal (mandiri) pada salah satu perguruan tinggi. Bidikmisi juga memberikan jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal (khusus untuk yang direkrut sebelum menjadi mahasiswa). Jika sudah diterima di perguruan tinggi, penerima beasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan dan mendapatkan subsidi biaya hidup Rp650.000 setiap bulannya.

Pewarta: Indriani

Editor : M.Ali Khumaini


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018