Cikarang, Bekasi (Antaranews Megapolitan) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan pemantauan dan upaya antisipasi maupun penanganan banjir akibat luapan Sungai Ciherang yang terjadi di Kampung Wangkal, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya.

"Ini disebabkan terjadinya penyumbatan pada drainase yang ada di sekitar aliran sungai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Aspuri di Kabupaten Bekasi, Senin.

Menurut dia pada luapan air tersebut disinyalir adanya kiriman dari beberapa daerah pada Provinsi Jawa Barat dan juga akibat hujan lebat.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dimulai sejak Sabtu (03/03) hingga saat ini. Tentu saja dengan adanya hal tersebut tidak dapat terhindari.

Ketinggian air pada saat ini sudah mencapai 30-50 centimeter. Namun berbagai upaya hingga saat ini masih dilakukan agar banjir dapat teratasi dengan cepat.

Dalam upaya tersebut melibatkan Polres Metro Bekasi beserta jajarannya guna memberikan pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat daerah setempat.

Ia menambahkan dalam hal tersebut petugas BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan koordinasi antar kecamatan dan penjaga pintu air sungai terkait ketinggian dan kapasitas luapan air.

Ini adalah salah satu langkah awal agar banjir dapat teratasi dengan cepat. Selain itu juga meminta bantuan dati Dinas Kesehatan setempat untuk membuka layanan darurat guna memberikan pertolongan pertama pada korban banjir.

Sementara itu, Warga Kampung Wangkal, Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Muhammad Afandi (45) mengatakan dalam hal ini meminta kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam melakukan perbaikan infrastruktur dan pembuangan air.

Selain itu, berharap agar sungai Ciherang dapat segera melakukan normalisasi. Dan juga diturap atau membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai penahan luapan air sungai.

Pasalnya dalam hal ini setiap hujan lebat mengguyur daerah setempat dapat dipastikan akan terjadi banjir.

Pewarta: Mayolus Fajar Dwiyanto

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2018