Karawang (Antara Megapolitan) - Selain jauh dari sumber air, pembangunan embung di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, juga terkesan asal jadi. Hampir semua pembangunan embung tidak dilakukan penggalian terlebih dahulu.

Sejumlah proyek pembangunan embung atau penampungan air di wilayah Karawang Selatan, Karawang, diduga diwujudkan asal-asalan karena lokasinya jauh dari sumber air.

"Ada lebih dari lima proyek pembangunan embung di daerah kami, tapi titik proyek pembangunannya jauh dari sumber air," kata Abdul Aziz, warga Kecamatan Pangkalan, Karawang, Senin.

Sehingga jika dilihat sepintas, proyek pembangunan embung itu seperti proyek pembangunan kolam ikan.

"Kedalamannya ada yang tidak sampai 1 meter. Kalau begitu, bagaimana embung bisa berfungsi menampung air untuk mengairi areal sawah tadah hujan," katanya.

Contoh proyek pembangunan embung asal-asalan juga terlihat di Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Di daerah itu pembangunan embung cukup dangkal.

Bahkan pembangunan embung di Desa Citaman, bagian turap-nya disambung dengan turap jalan setapak yang sudah ada.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Karawang, Usmaniah enggan menanggapi dugaan permasalahan proyek pembangunan embung.

"Harus dilihat terlebih dahulu rencana anggaran biayanya," kata dia saat dimintai komentarnya tentang pembangunan embung tanpa menunjukkan rencana anggaran biaya yang dimaksud.

Pada tahun ini, Dinas Pertanian Karawang dikabarkan membangun puluhan embung. Mayoritas, proyek pembangunan embung dilaksanakan di wilayah Karawang Selatan.

Pewarta: M. Ali Khumaini

Editor : M.Ali Khumaini


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017